Waktu Terbaik Sarapan bagi Penderita Diabetes Menurut Ahli Gizi

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Makanan Sehat (Designed by senivpetro / Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 1 dari 4 orang dewasa di seluruh dunia mengalami resistensi insulin, kondisi di mana sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin. Akibatnya, glukosa kesulitan berpindah dari aliran darah ke dalam sel, yang seiring waktu dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan meningkatkan risiko prediabetes.

Meski terdengar mengkhawatirkan, kabar baiknya adalah resistensi insulin sering kali dapat diperbaiki melalui perubahan gaya hidup. Selain fokus pada diet seimbang dan aktivitas fisik teratur, waktu sarapan ternyata memegang peran krusial terhadap kondisi gula darah. 

Para ahli gizi terdaftar mengungkapkan bahwa sarapan dalam waktu satu hingga dua jam setelah bangun tidur dapat membantu mendukung pengaturan gula darah dan sensitivitas insulin yang lebih baik. 


Baca: Dokter Ungkap 5 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Gula Darah Melonjak

Mengapa waktu terbaik sarapan adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur?

Saat Anda terbangun di pagi hari dan masih merasa sedikit lesu, sistem internal tubuh sebenarnya sudah mulai bekerja keras bersiap menghadapi hari. Menurut Erin Palinski-Wade, seorang ahli gizi terdaftar, ritme biologis tubuh kita memegang kendali penuh dalam proses ini.

"Penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas insulin secara alami paling tinggi di pagi hari karena biologi sirkadian. Ini artinya, tubuh Anda sedang berada dalam kondisi paling siap untuk memproses glukosa secara lebih efisien di pagi hari," jelas Palinski-Wade.

Baca: Warga RI Tak Sadar Makan Mikroplastik, Cek 7 Barang Dapur Ini

Dengan memanfaatkan jendela waktu satu hingga dua jam setelah bangun tidur untuk sarapan, Anda memberikan asupan saat mesin metabolisme tubuh sedang bekerja optimal. Hal ini membantu mencegah lonjakan gula darah yang ekstrem dan menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.

Waktu sarapan memang berperan penting dalam pengelolaan gula darah, namun apa yang Anda konsumsi juga tidak boleh diabaikan. Pastikan Anda selalu memadukan karbohidrat dengan protein, serat, dan lemak sehat.

Hindari karbohidrat sederhana yang cepat dicerna (seperti roti putih atau kue manis). Perbanyaklah konsumsi serat yang dapat memperlambat penyerapan glukosa dan mendukung kesehatan jantung serta usus. 

Jangan langsung duduk atau berbaring setelah makan. Melakukan gerakan ringan setelah makan terbukti secara ilmiah membantu mendukung pengaturan gula darah.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Pelatih Timnas Mesir Tuding Wasit Curang Mau Pertahankan Argentina

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Booth TP PKK Kota Makassar Diserbu Pengunjung, Produk UMKM Laris di Hari Pertama HKG PKK Nasional yang Ke-54
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Alasan Business Management dan Marketing Unggul di International Undergraduate Program
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kebakaran di TPA Cikolotok Purwakarta Meluas, Pemadaman Terkendala Cuaca
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Petugas Kewalahan Angkut Koper Berisi 25 Batang Emas Hasil Penggeledahan Rumah di Sentul
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
JICA Optimistis Pelabuhan Patimban Tarik Investor Baru, Pengembangan hingga 2042
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.