JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca Jakarta hari ini, Kamis (9/7/2026), diprakirakan cerah sepanjang hari. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung sejak pagi hingga malam di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Meski cuaca mendukung aktivitas luar ruangan, warga tetap perlu mewaspadai kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan data pemantauan pagi ini.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca cerah akan menaungi seluruh wilayah Jakarta pada pagi hari, termasuk Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, kondisi cerah diprakirakan masih bertahan di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.
Baca juga: Fakta-fakta Penggeledahan Cafe deClan Cipete dan 11 Tempat Lain, Siapa yang Disasar Polisi?
Menjelang sore hingga malam hari, langit Jakarta secara umum masih didominasi cuaca cerah. Dalam prakiraan BMKG lainnya, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan berpotensi mengalami kondisi berawan pada sore hingga malam hari, sedangkan wilayah lainnya tetap cerah berawan.
BMKG memperkirakan suhu udara di Jakarta hari ini berada pada kisaran 24 hingga 34 derajat Celsius.
Sementara itu, kelembapan udara berkisar antara 38 hingga 83 persen dengan kecepatan angin sekitar 1 hingga 14 kilometer per jam.
Kondisi cuaca yang cenderung cerah berpotensi membuat suhu terasa lebih panas pada siang hingga sore hari.
Baca juga: Tanda Tanya di Balik Penggeledahan Belasan Titik dan TNI Bersenjata di Rumah Jampidsus...
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat bagi Kelompok SensitifDi tengah cuaca cerah, kualitas udara Jakarta masih menjadi perhatian.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.30 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat berada di angka 137.
Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan polusi udara.
Data IQAir menunjukkan Jakarta menempati peringkat keempat kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Kamis pagi.
Posisi pertama ditempati Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan AQI 171. Selanjutnya Lahore, Pakistan, dengan AQI 152 dan Dubai, Uni Emirat Arab, dengan AQI 151.
Meski kondisi cuaca Jakarta diprakirakan cerah sepanjang hari, warga tetap disarankan memperhatikan kualitas udara dan membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak diperlukan, terutama bagi kelompok rentan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




