Bisnis.com, MATARAM - Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 pada 10 –12 Juli 2026 yang mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital,".
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K Pamungkas menjelaskan, rangkaian acara ini juga dilaksanakan di Islamic Center NTB, Poltekpar Lombok, Hotel Lombok Raya, dan Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB.
"FESyar KTI 2026 menjadi momentum strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, perbankan, lembaga ZISWAF, akademisi, pesantren, dan pelaku usaha dalam mendorong ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Menariknya, visual utama FESyar tahun ini mengangkat kearifan lokal Tenun Renda Bima dengan Motif Bunga Kakando yang melambangkan kesabaran dan keuletan dalam menghadapi tantangan." Jelas Hario dikutip dari siaran pers, Kamis (9/7/2026).
Sebagai bagian dari Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, ajang ini mengimplementasikan empat program unggulan Bank Indonesia di wilayah KTI. Program tersebut meliputi AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan), AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal), BARAKAH (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor), serta MAHAR (Mobilisasi Aset Halal melalui Akselerasi Wakaf).
Acara akan dibuka oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, serta para Kepala Perwakilan BI se -KTI. Sebanyak 22 provinsi se -KTI melalui 19 Kantor Perwakilan BI akan mengirimkan delegasinya untuk mengikuti tiga pilar utama acara, yaitu sharia fair, sharia forum, dan sharia education.
Selama tiga hari, FESyar KTI 2026 menghadirkan beragam program edukatif seperti seminar, talkshow, pameran UMKM, halal mart, business matching, sertifikasi nazhir, training of trainers, Wakafein, halal corner, berbagai kompetisi, hiburan Islami, bazar kuliner halal, hingga ZAWA (Zakat & Wakaf) Walk.
Baca Juga
- Dari Sumba ke Amsterdam, Tenun Pewarna Alami Naik Kelas
- NTB Kembangkan Pariwisata Ramah Muslim
- Harga Tiket Mahal Pengaruhi Minat Wisatawan Berkunjung ke NTB
Selain itu, masyarakat akan dihibur dengan rangkaian kegiatan religi dan seni islami di Lombok Epicentrum Mall dan Islamic Center NTB, yang menampilkan Stand Up Comedy bersama Mukmin pada 10 Juli 2026 , Tabligh Akbar bersama Ustadz Hanan Attaki pada 11 Juli 2026 , serta Syiar & Syair bersama Haddad Alwi pada 12 Juli 2026 .
Melalui sinergi ini, Bank Indonesia berharap dapat memperluas literasi, meningkatkan daya saing industri halal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing di Kawasan Timur Indonesia.





