Jakarta, VIVA – Perubahan tren pasar kendaraan listrik dan kebutuhan konsumen terhadap kendaraan praktis menjadi perhatian pembaca VIVA Otomotif. Selain itu, teknologi elektrifikasi terbaru yang dibawa Changan juga sukses mencuri perhatian berkat pendekatan berbeda dari mobil listrik konvensional. Berikut tiga artikel terpopuler VIVA Otomotif:
1. Harga Terus Naik, Mobil Listrik Entry Level Mulai Kehilangan Pesonanya
- VIVA.co.id
Segmen mobil listrik entry level mulai menghadapi tantangan setelah harga jual terus mengalami penyesuaian. Kenaikan tersebut membuat selisih harga dengan mobil bermesin konvensional maupun hybrid semakin lebar sehingga konsumen menjadi lebih selektif saat menentukan pilihan.
Di sisi lain, produsen mulai menyiapkan strategi baru dengan menghadirkan varian yang lebih terjangkau maupun meningkatkan fitur agar tetap menarik di mata pembeli. Persaingan di kelas mobil listrik harga terjangkau diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa waktu ke depan. Baca selengkapnya.
2. 5 Motor Matik dengan Bagasi Paling Lega di Indonesia, Ada yang Muat Dua Helm
- VIVA/Yunisa Herawati
Kapasitas bagasi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pengguna motor matik, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian. Ruang penyimpanan yang besar membuat pengendara lebih praktis membawa helm, jas hujan, hingga barang bawaan tanpa perlu memasang boks tambahan.
Sejumlah skutik di Indonesia menawarkan bagasi berkapasitas besar, bahkan ada yang mampu menampung dua helm sekaligus. Keunggulan tersebut menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mengutamakan kepraktisan saat berkendara. Baca selengkapnya.
3. Menguji Teknologi REEV Changan Deepal S05
- Changan Indonesia
Changan menghadirkan teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) pada Deepal S05 sebagai alternatif di tengah berkembangnya kendaraan listrik berbasis baterai. Sistem ini memungkinkan mobil tetap digerakkan motor listrik, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik ketika daya baterai mulai menipis.
Pendekatan tersebut diklaim mampu mengurangi kekhawatiran soal jarak tempuh tanpa menghilangkan sensasi berkendara mobil listrik. Teknologi REEV pun mulai dipandang sebagai salah satu solusi transisi menuju elektrifikasi penuh, terutama di negara yang infrastruktur pengisian dayanya masih berkembang. Baca selengkapnya.





