Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (9/7/2026). Lesunya kinerja rupiah pada pembukaan perdagangan cukup kontras dibandingkan kinerja sejumlah mata uang lain di Asia.
Melansir data RTI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 0,37% ke Rp18.066 per dolar AS.
Selain rupiah, pelemahan juga dialami oleh baht Thailand yang turun 0,03% dan dolar Taiwan turun 0,05%.
Sebaliknya, penguatan nilai tukar dialami oleh yuan China yang naik 0,14%, yen Jepang naik 0,10%, won Korea naik 0,35%, dan dolar Singapura naik 0,07%.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures, pada penutupan perdagangan Rabu (8/7), rupiah ditutup melemah tipis sebesar 0,19% ke level Rp18.014.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan tekanan terhadap rupiah meningkat setelah hasil survei menunjukkan penurunan yang cukup signifikan pada Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia sepanjang Juni.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, berpotensi melambat.
Sentimen negatif juga datang dari pasar modal setelah muncul kabar bahwa S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watchlist) untuk potensi penurunan klasifikasi pasar ekuitas dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Meskipun belum ada keputusan final, kabar tersebut dinilai menambah kehati-hatian investor asing terhadap aset-aset Indonesia, termasuk rupiah.
"Berita mengenai potensi downgrade klasifikasi pasar ekuitas Indonesia ke frontier dari S&P Dow Jones juga menekan rupiah," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga
- Gaduh S&P Dow Jones, Rupiah Ditutup Tembus Rp18.014 per Dolar AS
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 8 Juli 2026
- Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.980 per Dolar AS





