JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat ekosistem talenta unggul nasional. Kali ini melalui pembekalan bagi 46 Sekolah Garuda Transformasi serta pelepasan 390 penerima beasiswa (awardee) yang akan melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik dunia.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing global sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan pendidikan, riset, sains, dan teknologi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa 46 sekolah yang terdiri dari 42 sekolah sebelumnya dan empat sekolah tambahan akan mendapatkan pembekalan intensif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
BACA JUGA:Syarat Beasiswa TELADAN 2027 dengan Fasilitas Mentereng, Biaya Kuliah Hingga Akses Jaringan Internasional
“Standar kualitas sekolah akan diperkuat melalui pendampingan dari perguruan tinggi di Indonesia, baik untuk guru maupun siswanya, sehingga kapasitas dan kualitasnya terus meningkat,” ujar Brian Yuliarto di Jakarta, Kamis (9 Juni 2026).
Menurutnya, pendampingan tersebut mencakup peningkatan kapasitas guru, penguatan kompetensi siswa, serta penyelarasan standar mutu agar mampu melahirkan lulusan yang siap bersaing di tingkat global. Sekolah-sekolah tersebut akan didampingi langsung oleh perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Selain membekali sekolah, Kemdiktisaintek juga melepas 390 awardee yang akan menempuh pendidikan di berbagai kampus ternama dunia. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan akan terus ditambah pada tahun-tahun mendatang.
Brian menegaskan bahwa para penerima beasiswa merupakan talenta terbaik hasil seleksi nasional. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi setelah kembali ke Indonesia.
“Kami ingin menghasilkan talenta unggul yang nantinya menjadi lokomotif pengembangan sains dan teknologi, baik sebagai dosen, peneliti, maupun profesional di berbagai industri di Indonesia,” katanya.
BACA JUGA:Cara Cek Hasil Seleksi SPMB Jabar 2026 Tahap 2, Siap Diumumkan 10 Juli!
Pemerintah juga memberikan fleksibilitas bagi awardee. Meski diharapkan kembali dan mengabdi di Tanah Air, mereka tetap diberi kesempatan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi apabila mendapat kesempatan dari profesor di universitas tujuan.
“Kami memiliki aturan, tetapi tidak kaku. Jika ada peluang pengembangan diri yang lebih baik, tentu akan kami fasilitasi agar mereka dapat memperoleh kompetensi maksimal sebelum kembali membangun Indonesia,” pungkas Brian Yuliarto.
Program ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya generasi unggul yang siap mendukung Indonesia menjadi negara maju pada 2045.





