Usulan Tiket Langganan Transjakarta: Ada Paket 7 Hari dan Sebulan, Mulai Rp 45.000-Rp 200.000

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan agar Transjakarta memiliki tiket langganan dengan pilihan masa berlaku selama tujuh hari, 14 hari, hingga satu bulan.

Ketua DTKJ DKI Jakarta Sugi mengatakan, skema tiket langganan itu diharapkan memudahkan masyarakat sekaligus menghemat biaya transportasi bagi penumpang yang rutin menggunakan Transjakarta, terutama di tengah rencana kenaikan tarif.

"DTKJ juga mengusulkan diberlakukannya tarif berlangganan Transjakarta, yakni Rp 200.000 untuk satu bulan, Rp 90.000 untuk 14 hari, dan Rp 45.000 untuk tujuh hari," kata Sugi saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Baca juga: 15 Golongan Masyarakat Tetap Gratis Naik Transjakarta Meski Tarif Diusulkan Naik

Selain tiket langganan, DTKJ juga mengusulkan sistem tarif berbasis waktu.

Untuk layanan Transjakarta di dalam wilayah DKI Jakarta yang mencakup bus rapid transit (BRT), non-BRT, dan Mikrotrans, tarif diusulkan menjadi Rp 5.000 dengan masa berlaku tiga jam.

Artinya, penumpang bisa berpindah layanan Transjakarta selama tiga jam tanpa harus membayar tarif lagi, bukan hanya untuk satu kali perjalanan seperti sistem yang berlaku saat ini.

Sementara itu, untuk layanan Transjabodetabek, DTKJ mengusulkan tarif Rp 10.000 dengan masa berlaku tiga jam.

Layanan ini mencakup Transjabodetabek, Transjakarta, Mikrotrans, hingga Trans Bandara.

Baca juga: DTKJ Usul Tambah 6 Golongan Penerima Transportasi Umum Gratis di Jakarta

Menurut Sugi, usulan tersebut bertujuan agar masyarakat merasakan manfaat yang lebih besar jika nantinya pemerintah memutuskan menaikkan tarif Transjakarta.

DTKJ menilai penyesuaian tarif perlu dipertimbangkan karena tarif Transjakarta sebesar Rp 3.500 tidak berubah sejak 2005.

Selama 21 tahun terakhir, biaya hidup terus meningkat, begitu juga jaringan layanan Transjakarta yang kini telah menjangkau sekitar 93 persen wilayah Jakarta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski begitu, DTKJ menegaskan bahwa kenaikan tarif harus diimbangi dengan peningkatan layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Berapapun kenaikan tarif yang nantinya akan ditetapkan DTKJ mengusulkan adanya nilai tambah peningkatan layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik berupa penambahan waktu pemanfaatan tiket maupun perluasan layanan yang lebih terintegrasi,” kata Sugi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN gerak cepat tangani insiden pecahnya panel kaca di kantor pusat
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Trailer Film Dune Part Three Ungkap Sisi Gelap Paul Atreides
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Rekaman Udara yang Menggemparkan Saat Tornado Menerjang Hubei, Tiongkok : Kawasan Permukiman Tampak Seperti Medan Perang
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Saldo Seller TikTok Shop Diduga Tertahan Rp 3 Triliun, Ini Langkah Kemendag
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Trump Klaim Iran Ingin Segera Capai Kesepakatan dengan Amerika
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.