jpnn.com, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengecap provokatif narasi yang bilang prajurit militer bersenjata menyerbu Markas Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7).
"Terlalu provokatif menggunakan bahasa menyerbu dan itu tidak benar adanya," kata dia saat dihubungi, Kamis ini.
BACA JUGA: TNI Buka Suara Terkait Ledakan Mortir di Bandung Barat yang Tewaskan 3 Orang
Dia pun menegaskan bahwa hingga saat ini tak ada satu pun prajurit TNI yang berada di Markas Polda Metro Jaya.
"Tidak benar, waspadai narasi-narasi provokasi," ujar Nas.
BACA JUGA: Prajurit TNI Jaga Rumah Jampidsus, Kapuspen Sebut Permintaan Kejaksaan
Sebelumnya, beredar kabar sejumlah pria berseragam loreng mendatangi Gedung Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kamis dini hari.
Namun, para TNI tak menerobos masuk gedung Ditreskrimsus dan hanya berada di luar pagar bangunan.
BACA JUGA: IPW Minta Panglima TNI Tarik Pasukan yang Jaga Rumah Jampidsus
Adapun, kedatangan para pria berseragam loreng terjadi setelah penyidik Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah 12 titik terkait korupsi dan TPPU perkara PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya.
Dua di antara tempat yang digeledah ialah Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (8/7) malam.
Dalam penggeledahan itu, polisi menyita total uang senilai Rp67,2 miliar dalam bentuk USD dan SGD.
Uang ditemukan di dalam sebuah brankas tersembunyi di balik sebuah lemari pajangan yang bisa dibuka dengan cara didorong.
Selain itu, polisi juga menyita sejumlah dokumen serta tiga orang pegawai yang dibutuhkan untuk kepentingan penyidikan. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




