Trump Klaim Sudah Menang Melawan Iran

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tak tahu apakah situasi yang melibatkan Iran akan kembali memanas hingga menjadi konflik militer berskala penuh, tetapi dia menekankan AS memiliki banyak cara untuk menang jika hal itu terjadi.

Trump soal mengenai seberapa besar kemungkinan eskalasi lebih lanjut dalam ketegangan dengan Iran dapat berujung pada konflik militer berskala penuh menjawab; "Saya tidak tahu. Kami menang dengan sangat cepat. Ini cara lain untuk melakukannya. Kami punya banyak cara untuk menang, tetapi kami sudah menang secara militer."

Baca Juga :
Rupiah Makin Anjlok ke Rp 18.075 Imbas Defisit APBN dan Berakhirnya Gencatan Senjata Iran-AS
Trump: Saya Jadi Target Pembunuhan Nomor Satu Iran

Pada Rabu dini hari, pasukan AS telah melancarkan serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran.

Pasukan Iran kemudian melaporkan telah melakukan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer milik AS di Bahrain dan Kuwait.

Otoritas Iran menuduh AS melanggar nota kesepahaman tentang penghentian permusuhan.

Kemudian pada Kamis, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan AS telah menyerang sekitar 90 sasaran di Iran.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah membalas serangan AS tersebut dengan menyerang dua pangkalan AS di Kuwait dan dua pangkalan di Bahrain.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tampaknya lebih memahami “bahasa kekerasan”, setelah ia mengancam akan melancarkan serangan lanjutan ke Teheran.

Pernyataan Trump yang menghina bangsa Iran hingga mengancam melakukan serangan lebih lanjut bukanlah "tanda kekuatan, tetapi pengakuan atas kegagalan kebijakan yang selama bertahun-tahun dibangun di atas kekerasan, sanksi, dan ancaman,” tulis Gharibabadi di X, Rabu 8 Juli 2026.

Ia pun menegaskan bahwa kebijakan Trump "gagal membuat bangsa Iran bertekuk lutut".

"Dengan Trump yang kriminal dan kejam, kita harus berbicara dalam bahasanya sendiri. Tampaknya, ia lebih memahami bahasa kekerasan,” kata Gharibabadi. (Ant)

Baca Juga :
Ancam Kembali Serang Teheran, Iran Sebut Trump Lebih Memahami 'Bahasa Kekerasan'
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Kembali Menyerang
Trump Ancam Gempur Iran Lagi Rabu Malam, Sebut Serangan AS Belum Berakhir

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menaker dan Said Iqbal Bertemu Bahas Aturan Outsourcing, Ini Hasilnya
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kernet Ungkap Detik-Detik Menegangkan Tabrakan Maut Bus PO Mira dengan Innova di Sidoarjo
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Nilai Dakwaan Jaksa Sepenuhnya Salah, dr. Tifa Beberkan Alasan
• 59 menit lalucumicumi.com
thumb
Ketika Piala Dunia Kalah oleh Waktu
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Daftar Lengkap Jadwal KRL Solo-Yogyakarta Juli 2026 di Tiap Stasiun
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.