Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY) telah keluar dari daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholder concentration (HSC). Dengan demikian, sisa saham HSC adalah 14 perusahaan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan per 1 Juli 2026, terdapat 15 perusahaan tercatat yang berada dalam list HSC. Lalu pada tanggal 2 Juli 2026, ada satu perusahaan tercatat yang keluar dari list ini, yaitu LUCY.
“Jadi sampai hari ini masih ada 14 perusahaan tercatat pada daftar HSC,” kata Saidu, Kamis (9/7/2026).
Saidu mengatakan BEI membuka ruang diskusi dengan perusahaan tercatat yang masuk daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
Dia menjelaskan setiap perkembangan dan langkah yang dilakukan perusahaan akan direview oleh komite High Shareholding Concentration (HSC). Apabila hasil evaluasi menunjukkan perusahaan telah memenuhi kriteria yang berlaku, maka perusahaan dapat dikeluarkan dari daftar tersebut.
Dia menegaskan status HSC bukan merupakan sanksi bagi perusahaan tercatat. Menurutnya, BEI menggunakan mekanisme tersebut sebagai sarana pembinaan dan peningkatan transparansi di pasar modal Indonesia.
Baca Juga
- MSCI Soroti Bursa RI, Daftar Saham HSC Bengkak Jadi 13 Emiten
- Daftar Terbaru 12 Saham Kepemilikan Konsentrasi Tinggi (HSC), Ada MGRO hingga LUCY
- Saham Mahkota Group (MGRO) Masuk Daftar HSC Susul BREN Dkk
Upaya-upaya yang dilakukan BEI untuk meningkatkan transparansi tersebut seperti publikasi daftar HSC secara berkala, lalu evaluasi berkala bersama KSEI.
Evaluasi tersebut dilakukan menggunakan data kepemilikan saham sehingga status HSC dapat diperbarui apabila terjadi perubahan.
Upaya lainnya yaitu mendorong peningkatan free float dan likuiditas saham melalui dialog dan pembinaan kepada perusahaan tercatat agar distribusi saham menjadi lebih luas di masyarakat.
“Langkah ini juga merupakan bagian dari reformasi transparansi pasar modal Indonesia,” tuturnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





