Pengamat Ungkap Tiga Sinyal Hubungan Prabowo dan Jokowi Dipersepsikan Tak Baik

kompas.com
1 minggu lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengungkapkan tiga variabel yang menyebabkan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kerap dipersepsikan tidak baik-baik saja.

Pertama, publik kerap menyimpulkan bahwa pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menjadi tanda bahwa hubungan Prabowo dengan Jokowi tidak baik.

"Begitu pun sebaliknya, kalau Pak Prabowo baik-baik saja dengan Solo, berarti dengan Teuku Umar tidak baik-baik saja. Jadi variabel ini yang menurut saya selalu disodorkan oleh publik, jangan-jangan keakraban Prabowo dengan Ibu Mega itu adalah variabel yang mungkin dalam banyak hal bisa menghambat secara psikologis hubungan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi," kata Adi dikutip dari Program Gaspol yang tayang di YouTube Kompas.com, Kamis (9/7/2026).

Baca juga: Gaspol Hari Ini: Mimpi Jokowi Prabowo-Gibran 2 Periode Tak Disambut Prabowo?

Variabel kedua, yakni tidak adanya respons signifikan dari partai politik terkait wacana menduetkan kembali Prabowo-Gibran Dua periode pada Pemilu 2029 mendatang.

"Terkait dengan proposal politik dua periode Prabowo-Gibran. Anyep, anyep, nggak ada respons," ujarnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu menambahkan, partai-partai pendukung Jokowi ketika masih menjabat presiden bahkan tidak merespons positif proposal Prabowo-Gibran dua periode.

"Begitu pun dengan partai yang lain, Golkar tak ada statement, kemudian Gerindra tak ada statement," ungkapnya.

Partai politik kerap menganggap pembicaraan mengenai pilpres 2029 masih terlalu dini dibahas saat ini.

Baca juga: Prabowo Resmikan BBM Baru B50, Indonesia Tak Perlu Impor Solar Lagi

"Ya statementnya normatif, ya kan: Belanda masih jauh, pasti selalu ngomong 'fokus bekerja untuk menyukseskan,'. Kan kayak gitu jalan ceritanya. Itu yang saya kira menjadi variabel penting kenapa hubungan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi selalu dipersepsikan up and downs, turun naik," ungkapnya.

Kemudian Adi menjelaskan variabel ketiga yakni jarang terlihatnya pertemuan antara Prabowo dan Jokowi di publik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Adi menambahkan, padahal Prabowo sering bertemu Jokowi ketika awal menjabat Presiden.

"Jadi itulah yang kemudian menurut saya menjadi guidance kenapa pada akhirnya banyak sekali pihak yang menafsirkan bahwa rasa-rasanya nih hubungan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi tidak baik-baik saja," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imigrasi Banda Aceh deportasi tiga WN India
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
PBVSI Undang Volimania Ramaikan Jakarta International Velodrome, Dukung Timnas Indonesia di SEA V Cup 2026
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Tim SAR Perluas Area Pencarian 20 Penumpang Kapal KM Nurul di Selayar
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Longsor di Chongqing, Tiongkok : 8 Orang Tewas dan 34 Hilang, Bongkahan Batu Raksasa Menimbun Kawasan Permukiman
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Airbus Proyeksi Penerbangan Global Butuh 42.000 Pesawat Baru hingga 2045
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.