Siswa MAN 1 Medan Raih Medali Emas di Jepang, Buat Batu Bata dari Limbah MBG

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Siswa-siswi dari sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan mendapatkan medali emas di ajang kompetisi internasional Japan Design and Invention Expo di Jepang, yang diselenggarakan pada 3-4 Juli 2026.

Mereka membawa sebuah karya ilmiah dari olahan limbah kulit buah dari program Presiden Prabowo Subianto yakni Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kulit-kulit buah itu mereka kumpulkan dengan teman-teman sekelasnya maupun kelas lain, setelah Makanan Bergizi Gratis telah dikonsumsi.

Ketujuh siswa berprestasi itu bernama Fauzul Huda, Rafa Ruzain Ahmad, Tiara Qalbi Aswani, Azka Azzahra Putri Dalimunthe, Sandria Shelba Yafizham, Ariq Zaidan Dhaufa dan Zahra Putri.

Inspirasi itu mereka dapatkan setelah melihat sampah-sampah kulit buah dari MBG yang terbuang. Sehingga, muncul sebuah ide untuk mengolah limbah kulit buah tersebut menjadi bahan baku untuk bangunan.

"Inspirasi kami sebenarnya kami menerima program MBG. Lalu, teman-teman saya itu banyak kulit sampah terbuang dan itu menumpuk," kata Fauzul saat ditemui di MAN 1 Medan, pada Kamis (9/7).

Kata Fauzul, kulit-kulit buah itu memiliki serat kuat untuk membentuk suatu olahan. Lalu, mereka mengumpulkan kulit-kulit buah itu dan mengolahnya menjadi sebuah batu bata.

Berkali-kali gagal dalam pembuatan batu bata tersebut. Namun, mereka tak menyerah hingga bisa membuat batu bata dari olahan sampah kulit buah yang kuat.

"Ada beberapa kali gagal. Itu gagal karena mungkin komposisinya salah. Jadi awalnya kami itu buat dua banding satu, dua untuk kulit buahnya dan satu untuk tanah liatnya. Kami coba tapi ternyata gagal karena pas proses pembakaran pokoknya enggak bisa terbentuk. Jadi kami ubah lah, dua tanah liat, satu kulit buah. Lalu pas itu kami berhasil, jadilah hasilnya," ujar Fauzul.

Pengerjaannya pun tak gampang. Dimulai dari proses pengeringan selama tiga hari, penggilingan kulit buah hingga menjadi bubuk kering dan kemudian pembakaran. Total pengerjaan hingga 14 hari.

Mereka pun membawa lima buah batu bata untuk mengikuti ajang perlombaan internasional di Jepang tersebut. Dan mereka memenangkan medali emas. Fauzul dan bersama teman-temannya tak menyangka bisa memenangkan kompetisi itu.

"Kalau menurut saya, kami tuh biasa-biasa saja. Menurut saya, yang sebelah saya lihat kami tuh lebih bagus. Tapi pada saat pengumuman, kami mendapatkan gold medali. Kami pun enggak expect, senang banget lah," ucap Fauzul.

Kemenangan itu melibatkan guru pembimbing Fauzul bernama Doni Anggara serta para guru lainnya.

Doni mengatakan, ajang itu diikuti sekitar puluhan negara, termasuk Thailand, China, Arab Saudi, Filipina dan lainnya. Ia menyebutkan, persiapan siswa-siswinya itu dilakukan selama dua bulan terakhir, yang kebetulan pada sekolah MAN 1 Medan itu memiliki ekstrakurikuler bernama Karya Ilmiah Remaja (KIR).

"Jadi memang mereka sudah ikut ekstrakurikuler sebagian. Jadi, kita tinggal lihat bakat mereka, khususnya memang yang punya bakat sains, termasuk presentasinya bagus dan bahasa inggrisnya juga karena ini lombanya internasional," ucap Doni.

Doni merasa bangga karena siswa-siswinya meraih medali emas itu meski menghadapi kendala-kendala yang tidak mudah.

"Dari awal itu saya cuma menyampaikan apa-apa saja yang perlu dipersiapkan sama anak-anak kita, khususnya pengumpulan kulit buah itu. Karena memang ini murni proses dari mereka semua. Saya hanya membimbing mengarahkan untuk proses-proses yang baik," imbuh Doni.

Doni menjelaskan bahwa sekolah mempunyai keterbatasan dalam pengelolaan limbah dari MBG tersebut. Sehingga, ia berharap pengelolaan limbah MBG ini bisa menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Jadi ini bisa dijadikan salah satu inovasi, yang memang ide terbaik. Kita mengolah limbah, yang memang limbah MBG itu bisa jadi salah satu masalah," ucap Doni.

Pengelolaan pembuatan batu bata itu masih dilakukan secara manual. Jika program pengelolaan limbah dari MBG ini bisa dijadikan suatu fokus permasalahan dan didukung pemerintah, maka pemerintah bisa membuat salah satu tempat pengolahan khusus pada limbah MBG.

"Kalau misalnya didukung pemerintah, bisa dibuat pabrik yang menjadi salah satu tempat pengolahan limbah bagus gitu," ucap Doni.

Pada kesempatan yang sama, Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, mengapresiasi pencapaian terhadap siswa-siswinya yang meraih medali emas di ajang kompetisi internasional.

Ia mengatakan, para siswa-siswi tidak langsung puas dan merasa cukup sehingga ke depannya bisa lebih berprestasi lagi.

"Apresiasi sama mereka, bangga dan saya ucapkan selamat sama mereka. Bisa membawa MAN 1 Medan juara internasional dan bersaing dengan berbagai negara," ucap Reza.

Reza mengatakan, hasil karya batu bata yang dibuat siswa-siswi ini sudah didaftarkan hak paten atau HAKI serta akan dibuat uji material ketahanan pada batu bata tersebut.

"Bahan-bahannya kemudian kemarin ini informasi juga, jadi produk ini juga sudah didaftarkan di-HAKI. Itu juga prosesnya. Saya sebenarnya sudah berpikir kepada mereka untuk melanjutkan inovasinya yang lebih baik lagi. Tadi bagaimana daya tahannya, daya bentuknya itu kan tentunya harus ada secara profesional. Supaya lebih memang digunakan secara bagus gitu," ujar Reza.

Reza berharap dan bersedia kepada pegiat-pegiat lingkungan untuk bekerja sama dengan sekolah untuk daya tahan batu bata tersebut agar berdampak pada masyarakat. Karena sekolah punya keterbatasan dan siswa-siswi juga fokus pada belajarnya.

"Kami pun bersedia untuk itu kepada pegiat-pegiat yang lain, terbuka untuk itu. Kita uji daya tahannya, karena sampai sekarang ngujinya itu kami pun belum tahu ke mana itu. Tadi anak-anak cuma injak-injak saja. Kalau patah, ya enggak tahan. Itulah keterbatasan kita," pungkas Reza.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBVSI Akui Timnas Voli Putri Indonesia Diundang KOVO untuk Laga Uji Coba di Korea Selatan
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
VEEV by IQOS Hadir dengan Ragam Pilihan, dari Tipe Perangkat-Warna Stylish
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pramono Bakal Tambah Jadi 21 Golongan Gratis Jika Tarif Transjakarta Naik
• 5 jam laludisway.id
thumb
Robby Pantjoro dan Andra ST Alami Kecelakaan di Sukoharjo, Begini Kronologi dan Kondisi Terkini
• 12 jam laluintipseleb.com
thumb
Ilmuwan Temukan Cara Mudah Deteksi Kanker Cuma Dalam 1 Jam
• 53 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.