3 Pemulung Tewas Kena Ledakan Mortir di Bandung Barat, Tim Jibom Sisir Rumah Warga

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
3 Pemulung Tewas Kena Ledakan Mortir di Bandung Barat, Tim Jibom Sisir Rumah WargaNasional | inews | Kamis, 9 Juli 2026 - 16:25Dengarkan Berita

BANDUNG BARAT, iNews.id – Peristiwa tragis melanda warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026) pagi. Tiga pemulung tewas mengenaskan setelah sebuah mortir yang sedang mereka bongkar menggunakan palu tiba-tiba meledak dahsyat.

Ketiga korban yang meninggal dunia diidentifikasi bernama Ade, Suhri, dan Rodian. Ledakan yang terjadi di samping rumah salah satu korban tersebut seketika menggemparkan warga sekitar.

Peristiwa memilukan itu berawal saat ketiga korban yang merupakan pemulung menemukan mortir di lapangan. Mereka kemudian membawa pulang mortir tersebut ke rumah. 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, para korban berniat membuka paksa mortir tersebut untuk mengambil isi atau bagian logamnya agar bisa dijual kembali. 

Nahas, saat mencoba membongkarnya dengan palu tiba-tiba terjadi ledakan besar. 

Baca Juga:Jadi Tersangka, Pemilik Anjing Pemburu Tewaskan Bocah Terancam 5 Tahun Bui

Saat saksi mata tiba di lokasi kejadian, ketiga korban sudah dalam kondisi tergeletak. Dua korban dipastikan langsung meninggal di tempat, sementara satu korban sempat dilarikan ke rumah sakit akibat luka berat namun nyawanya tetap tidak tertolong. 

"Betul ada kejadian itu. Kejadiannya sekitar jam 10.30 WIB dan tiga orang meninggal dunia akibat ledakan mortir. Amunisi mortir 81 komando yang mereka temukan ternyata masih dalam kondisi aktif, sehingga meledak saat dipukul," ungkap Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani Sapin, Rabu (8/7/2026).

Polisi Terjunkan Tim Jibom ke Lokasi Kejadian

Menerima laporan ledakan tersebut, petugas piket kepolisian yang dipimpin Ipda Agus bersama Tim Reskrim dan Binmas langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah para korban. 

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian langsung memasang garis polisi secara ketat di sekitar area ledakan.

Selain itu, Polres setempat juga mendatangkan Tim Inafis serta Tim Jinak Bom (Jibom) Brimob untuk menyisir area sekitar guna memastikan tidak ada sisa-sisa bahan peledak atau amunisi berbahaya lainnya yang masih tertinggal. 

Baca Juga:Kasus Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, Polisi Periksa 28 Saksi

Kapolsek Cipatat menyayangkan kecerobohan para korban yang nekat mengotak-atik amunisi militer. Dia menegaskan, area latihan militer atau barang-barang sisa latihan sebenarnya merupakan zona terlarang untuk dieksploitasi oleh warga sipil. 

"Dugaan sementara dari keterangan saksi, korban ini memang biasa memulung selongsong dan proyektil, padahal tindakan tersebut dilarang keras oleh TNI," kata Kompol Andriani. 

#jabar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Ubah Sampah Jadi BBM, Bantul Resmi Operasikan Mesin Pirolisis Petasol
• 25 menit lalukumparan.com
thumb
Prabowo: Baru Saja Kita Temukan Ladang Gas Sangat Besar di Andaman
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Lolos dari Selat Hormuz, Kapal Pertamina Pride Tempuh Pelayaran ke RI 15 Hari
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Metland Cikarang Raih Rekor MURI Dragrace Pushbike Anak Terbanyak
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Menpar harap kunjungan PM Modi tingkatkan eksposur Candi Prambanan
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.