Prabowo soroti budaya kurang menghargai prestasi bangsa

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyoroti budaya kurang menghargai prestasi sendiri sebagai salah satu tantangan yang masih dihadapi bangsa Indonesia dalam membangun daya saing dan kemajuan.

"Kadang-kadang kita kurang menghargai prestasi kita sendiri. Apalagi prestasi rekan-rekan kita. Kadang-kadang kita tidak menghargai prestasi anak buah kita," kata Prabowo saat meluncurkan Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis, sebagaimana disiarkan Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden, sikap tersebut masih dijumpai di berbagai kalangan, mulai dari dunia usaha, politik, pemerintahan, TNI, Polri, hingga tokoh agama.

Ia menilai kondisi itu kemungkinan berakar dari sejarah panjang penjajahan yang menumbuhkan rasa rendah diri.

"Mungkin ini adalah kita terlalu lama dijajah oleh Belanda, oleh asing. Sehingga yang timbul adalah rasa rendah diri. Bukan rasa rendah hati," ujarnya.

Baca juga: Prabowo Subianto: Akui kelemahan awal bangun kekuatan bangsa

Prabowo menggunakan istilah Belanda "minderwaardigheidscomplex" atau "inferiority complex" untuk menggambarkan kecenderungan tersebut.

Ia juga menyinggung fenomena "bangsa kepiting" yang menggambarkan kecenderungan sebagian orang menjatuhkan sesamanya yang sedang berusaha maju.

"Ada kepiting lain mau naik ke atas, kepiting lain nurunin dia lagi. Itu namanya senang melihat rekan susah, susah melihat rekan senang," katanya.

Prabowo menegaskan sikap iri dan dengki semacam itu tidak sepatutnya dipelihara di tengah persaingan global yang semakin ketat. Menurut dia, masih ada pihak yang justru menyebarkan narasi negatif dan berharap Indonesia mengalami kemunduran.

Presiden mengajak seluruh pihak menghargai setiap prestasi serta memperkuat kerja sama untuk menyukseskan berbagai program strategis nasional, termasuk implementasi Mandatori Biodiesel B50.

Baca juga: Mendikbud: Pancasila sebagai landasan kerja untuk mencapai prestasi bangsa

"Kita tidak mungkin B50 tanpa dukungan banyak pihak," ujarnya, seraya menekankan pentingnya kerja sama antarkementerian dan lembaga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Turun Tiga Hari Beruntun, Hari Ini Jadi Rp2.633.000 per Gram
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
PSEL Perdana, Proyek Pengolahan Sampah Danantara di Bali Resmi Dibangun
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kasus Dugaan Penganiayaan Eks ART Naik Sidik, Erin Wartia Berpotensi jadi Tersangka
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Internet 5G Masih Lelet, Mastel Usul Indonesia Langsung Adopsi 6G
• 25 menit lalukatadata.co.id
thumb
BPBD DKI Jakarta Imbau Waspada Banjir Rob 9-16 Juli 2026, Ini Wilayah Berpotensi Terdampak
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.