Surabaya (beritajatim.com) – Platform aset digital SHOW Token kembali terlibat dalam industri perfilman nasional dengan menjadi Executive Producer film horor “Sihir Tanah Kubur”. Film yang diproduksi bersama PT Tripar Multivision Plus Tbk (MVP Pictures) itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 23 Juli 2026.
Kolaborasi ini menjadi kelanjutan kerja sama SHOW Token dengan MVP Pictures. Melalui proyek tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan pemanfaatan teknologi digital dan ekosistem Web3 dalam pengembangan industri film Indonesia.
“Kembali bermitra dengan MVP untuk memproduseri ‘Sihir Tanah Kubur’ adalah keputusan yang sangat logis bagi kami. Kami sudah memiliki chemistry dan ritme kerja yang sama,” ujar Chief Operating Officer (COO) SHOW Token, Joshua Khubani, Kamis (9/7/2026).
Joshua mengatakan keterlibatan SHOW Token tidak hanya sebagai bagian dari pendanaan produksi film. Ia menjelaskan perusahaan juga ingin menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif bagi komunitas dan penikmat film melalui pemanfaatan teknologi yang dikembangkan SHOW Token.
“Lewat film horor ini, kami ingin melangkah lebih jauh, tidak hanya menyajikan tontonan berkualitas, tetapi juga mengintegrasikan teknologi SHOW Token agar komunitas dan pencinta horor bisa terlibat dalam pengalaman sinematik yang lebih interaktif jelang perilisannya di bioskop pada 23 Juli mendatang,” katanya.
Film “Sihir Tanah Kubur” disutradarai Jero Point dan mengangkat kisah mengenai kutukan Makam Wurung yang dipicu pemindahan makam secara sepihak. Produksi ini turut dibintangi sejumlah aktor, di antaranya Revaldo, Ariyo Wahab, dan Shareefa Daanish.
SHOW Token memandang kolaborasi tersebut sebagai bagian dari pengembangan model kerja sama antara industri kreatif dan teknologi digital. Integrasi teknologi dinilai dapat membuka peluang baru dalam mendukung produksi film nasional sekaligus memperluas keterlibatan komunitas penonton.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan film yang berkualitas, tetapi juga membuka ruang inovasi baru yang dapat mendukung perkembangan industri perfilman Indonesia di masa mendatang,” pungkas Joshua. [asg/kun]




