Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 132.627 orang melamar 2.843 lowongan yang dibuka melalui Program Padat Karya sebagai bagian dari bantalan sosial bagi warga yang membutuhkan, sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan tanpa praktik titipan.
Seleksi Dipastikan Transparan Tanpa TitipanPramono Anung mengatakan, "Pemerintah DKI Jakarta membuka lowongan pekerjaan untuk bantalan sosial. Sekarang ini sudah tahap pertama dan kedua sudah selesai untuk 2.843 lowongan yang mendaftar 132.627 pelamar."
Ia menjelaskan bahwa dari lebih dari 100 ribu pelamar tersebut, sebagian masih dalam proses melamar dan sebagian lainnya sudah diterima.
Pramono Anung menegaskan, "Semuanya transparan dan saya minta kepala dinas masing-masing merupakan orang yang memutus terakhir supaya tidak ada titipan dan sebagainya. Karena ini memang betul-betul digunakan untuk bantalan sosial ketika tekanan ekonomi sedang seperti ini."
Program Dilaksanakan BertahapPendaftaran Program Padat Karya tahap pertama ditutup pada 25 dan 26 Juni 2026.
Pengumuman hasil seleksi tahap pertama dilakukan pada 27 Juni 2026.
Pada 27 Juni 2026 juga dibuka pendaftaran Program Padat Karya tahap kedua.
Pelaksanaan Program Padat Karya dilakukan secara bertahap sebagai tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memperluas kesempatan kerja bagi warga Jakarta.
Melalui Program Padat Karya, kegiatan pembangunan dan pemeliharaan kota diharapkan memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi dukungan sementara bagi warga yang membutuhkan tambahan penghasilan.
Peserta Program Padat Karya bekerja melalui pihak ketiga atau pelaksana pekerjaan pada masing-masing kegiatan.
Peserta tidak direkrut dalam skema pengangkatan pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Peserta juga tidak direkrut sebagai Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Empat perangkat daerah membuka kesempatan kerja melalui Program Padat Karya, yakni Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Sumber Daya Air, serta Dinas Lingkungan Hidup.




