AS Gempur 90 Target Militer Iran, Teheran Balas Serang Pangkalan AS di Timur Tengah

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan untuk malam kedua berturut-turut, menandai runtuhnya gencatan senjata yang disepakati bulan lalu.

Melansir BBC, Jumat (10/7/2026), militer Amerika Serikat menyatakan telah menyerang 90 target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara dan infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir yang menghadap Selat Hormuz.

Washington menyebut operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran menyerang jalur pelayaran komersial di kawasan strategis itu.

Serangan terbaru dilaporkan menyasar sejumlah wilayah di Iran, termasuk kawasan dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr. Media pemerintah Iran juga melaporkan ledakan di Bandar Abbas, Konarak, Chabahar, Sirik, Jask, serta Pulau Abu Musa. Sejumlah sistem pertahanan udara diaktifkan untuk merespons serangan tersebut.

Kementerian Kesehatan Iran menyebut serangan Amerika Serikat selama 8-9 Juli menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 78 lainnya. Sebanyak 47 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah meluncurkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran kemudian melaporkan serangan lanjutan juga diarahkan ke target-target Amerika di Kuwait, Yordania, dan Irak.

Baca Juga

  • Rupiah Melemah ke Rp18.128 per dolar AS Usai Gencatan Iran-AS Rampung
  • Trump Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran, Sebut Negosiasi Hanya Buang Waktu
  • Teka-teki Senjata Rahasia Iran yang Bikin Netanyahu Gemetaran

IRGC menyebut operasi tersebut sebagai fase pertama dari respons terhadap tindakan Amerika Serikat yang dinilai melanggar kesepakatan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Amerika Serikat harus menerima konsekuensi atas setiap serangan yang dilakukan terhadap Iran.

"Jika Anda menyerang, Anda akan diserang," tulis Ghalibaf melalui akun X. Dia juga menegaskan akses pelayaran di Selat Hormuz hanya akan berlangsung sesuai pengaturan Iran, bukan berdasarkan ancaman Amerika Serikat.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam gelombang serangan terbaru Amerika Serikat sebagai kejahatan perang. Pemerintah Iran juga menyebut sejumlah jembatan serta jalur kereta yang menghubungkan Teheran dengan Mashhad mengalami kerusakan akibat serangan.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran sebenarnya telah menghubungi Washington untuk membahas kemungkinan kesepakatan baru. Namun, dia meragukan komitmen Teheran untuk mematuhi setiap perjanjian yang dicapai.

"Saya tidak tahu apakah mereka layak membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah mereka akan menghormati kesepakatan itu," kata Trump.

Trump sebelumnya juga menyatakan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada Juni telah berakhir dan menyebut pembicaraan lanjutan dengan Iran sebagai sesuatu yang tidak lagi bermanfaat.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak akan merespons pernyataan keras Washington dengan retorika, melainkan melalui tindakan.

Meningkatnya intensitas saling serang juga mulai memengaruhi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Organisasi pemilik kapal tanker independen Intertanko melaporkan jumlah kapal yang melintasi jalur tersebut turun drastis menjadi hanya satu digit per hari melalui rute selatan, jauh di bawah rata-rata normal sekitar 130 kapal per hari sebelum konflik pecah.

Menurut Intertanko, ketidakpastian keamanan akibat eskalasi konflik telah meningkatkan kekhawatiran pelaku industri pelayaran dan awak kapal yang beroperasi di kawasan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadirkan Full Beasiswa, BINUS @Bandung Perluas Akses Talenta Digital
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sukses Lewat Obsession, Inde Navarrette Tertarik Bintangi Film Marvel
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Dorong Kompensasi yang Adil bagi Karya Jurnalistik di Era Digital dan AI
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo: Kita Dibicarakan Dunia karena Pangkas 44 Juta Ton Emisi Karbon
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Masih Resah Indonesia Belum Lolos Piala Dunia: Kita Bisa B50 tapi Tidak Bisa Masuk Piala Dunia
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.