JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005–2010, Said Didu, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu segera mengevaluasi orang-orang yang dipercaya menjalankan program-program strategis pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Said Didu saat menanggapi belum adanya kejelasan setelah penggeledahan yang menjadi perhatian publik dalam 24 jam terakhir.
Menurut Said Didu, berbagai program unggulan pemerintah justru menghadapi persoalan. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa Presiden perlu membenahi penempatan orang-orang yang menjalankan visi pemerintah.
Said Didu mengatakan, "Pak Presiden ini kan andalannya lagi teracak-acak. MBG. Andalan beliau ternyata pengkhianat."
Ia juga menyinggung program lain yang menurutnya terus menjadi sorotan publik.
"Andalan kedua, ini kan untuk ini, yang melawan oligarki adalah PKH. Sekarang diragukan lagi. Kooperasi Merah Putih juga sudah dipersoalkan terus, macam-macam."
Selain itu, Said Didu turut mengkritik penempatan pejabat di lingkungan BUMN yang dinilainya tidak sesuai.
Ia menyatakan, "Jadi, saya menyatakan Pak Presiden dua tahun ini, sudah saatnya menyadari bahwa pemilihan orang untuk melaksanakan keinginannya dia, cita-cita dia, itu sepertinya harus diperbaiki. Harus diperbaiki, karena faktanya gagal penempatan orang-orang."
Bagaimana menurut Anda? Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0gb78-Dv6Fo
#saiddidu #prabowo #jampidsus
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- ROSI
- JAMPIDSUS
- PENGGEREBEKAN
- BATUBARA
- ASABRI
- PLN





