HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Persaingan menuju partai puncak Piala Dunia 2026 semakin mengerucut setelah selesainya sebagian besar pertandingan babak perempat final. Berdasarkan performa sepanjang turnamen, sejumlah model prediksi berbasis Artificial Intelligence (AI) menempatkan Timnas Prancis sebagai kandidat terkuat untuk melangkah ke final dan kembali berhadapan dengan Argentina dalam laga ulangan final Piala Dunia 2022.
Prediksi tersebut bukan semata didasarkan pada nama besar kedua tim, tetapi juga pada konsistensi performa, keseimbangan permainan, produktivitas gol, serta kualitas individu yang dimiliki masing-masing skuad sepanjang turnamen.
Prancis menjadi tim yang paling meyakinkan di fase gugur. Les Bleus kembali menunjukkan status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia setelah menyingkirkan Maroko dengan kemenangan 2-0 pada babak perempat final di Boston Stadium, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
Tim asuhan Didier Deschamps tampil hampir tanpa cela sepanjang pertandingan.
Secara statistik, Prancis mendominasi jalannya laga dengan melepaskan 22 tembakan, sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sebaliknya, Maroko yang sebelumnya tampil mengejutkan sepanjang turnamen dibuat kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mampu menghasilkan lima percobaan, dengan satu tembakan tepat sasaran.
Dominasi tersebut memperlihatkan kualitas permainan Prancis yang tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga efektivitas dalam menciptakan peluang.
Sejak menit-menit awal, Les Bleus langsung mengambil inisiatif menyerang.
Kylian Mbappe membuka ancaman melalui tendangan keras pada menit ketiga yang masih mampu diamankan Yassine Bounou. Tekanan terus berlanjut melalui sundulan Dayot Upamecano dan sejumlah peluang lain yang memaksa penjaga gawang Maroko bekerja keras sepanjang babak pertama.
Prancis sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk unggul lebih cepat ketika mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-25 setelah Mbappe dijatuhkan Noussair Mazraoui.
Namun, eksekusi penyerang Real Madrid tersebut berhasil dibaca Bounou sehingga skor tetap bertahan tanpa gol hingga turun minum.
Kegagalan tersebut tidak mengubah pola permainan Prancis.
Mereka tetap tampil sabar, terus menguasai pertandingan, dan akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-60 melalui aksi Mbappe dari permainan terbuka.
Hanya enam menit berselang, Ousmane Dembele menggandakan keunggulan lewat penyelesaian klinis yang memastikan kemenangan 2-0 bagi Les Bleus.
Di sisi lain, Maroko praktis tidak mampu memberikan ancaman berarti sepanjang babak kedua.
Solidnya pertahanan yang dikawal William Saliba dan Dayot Upamecano membuat Atlas Lions hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran hingga peluit panjang dibunyikan.
Penampilan impresif tersebut semakin memperkuat keyakinan berbagai model prediksi AI bahwa Prancis merupakan tim dengan probabilitas tertinggi untuk mencapai partai final.
Selain memiliki lini depan yang tajam, Les Bleus juga menunjukkan keseimbangan antarlini.
Mike Maignan tampil konsisten di bawah mistar, sementara duet Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga—ketika tersedia—memberikan stabilitas di lini tengah. Kehadiran pemain-pemain seperti Adrien Rabiot, Michael Olise, Ousmane Dembele, hingga Désiré Doué juga membuat variasi serangan Prancis sulit ditebak lawan.
Kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang menjadi salah satu senjata utama tim asuhan Didier Deschamps.
Faktor pengalaman juga menjadi nilai tambah.
Didier Deschamps merupakan salah satu pelatih paling berpengalaman di turnamen besar. Kemampuannya mengelola pertandingan sistem gugur telah terbukti dalam beberapa edisi Piala Dunia, termasuk saat membawa Prancis menjadi juara pada 2018 dan mencapai final pada 2022.
Di babak semifinal, Prancis masih harus melewati ujian berat menghadapi pemenang pertandingan Spanyol melawan Belgia.
Jika menghadapi Spanyol, Les Bleus diperkirakan akan mendapat tantangan dari dominasi penguasaan bola dan permainan kolektif La Roja.
Sebaliknya, apabila Belgia yang lolos, pertandingan diprediksi berlangsung lebih terbuka dengan duel kualitas individu di berbagai lini.
Meski demikian, model prediksi AI masih memberikan peluang lebih besar kepada Prancis berkat kedalaman skuad, efektivitas penyelesaian akhir, serta konsistensi permainan yang mereka tampilkan sejak fase grup.
Sementara itu, dari jalur berbeda, Argentina juga masih menjadi favorit untuk mencapai final.
La Albiceleste dijadwalkan menghadapi Swiss pada babak perempat final sebelum berpotensi bertemu Inggris atau Norwegia di semifinal.
Meski Lionel Messi kini telah berusia 39 tahun, pengaruhnya terhadap permainan Argentina tetap sangat besar.
Namun berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, kekuatan Argentina kini tidak lagi hanya bertumpu pada Messi.
Skuad asuhan Lionel Scaloni memiliki keseimbangan permainan yang lebih matang dengan perpaduan pemain senior dan generasi baru yang mampu menjaga intensitas permainan sepanjang laga.
Apabila prediksi AI tersebut menjadi kenyataan, dunia sepak bola akan kembali menyaksikan duel dua kekuatan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Final Prancis melawan Argentina akan menjadi ulangan partai puncak Piala Dunia 2022 di Qatar yang dikenang sebagai salah satu final terbaik sepanjang sejarah.
Kala itu, Argentina keluar sebagai juara setelah menang melalui drama adu penalti usai bermain imbang 3-3 selama 120 menit.
Empat tahun berselang, peluang terjadinya pertemuan kembali terbuka.
Bedanya, kali ini Prancis dinilai memiliki komposisi skuad yang lebih matang dan lebih merata dibandingkan saat final di Qatar.
Mbappe tetap menjadi ujung tombak utama, tetapi kini mendapat dukungan pemain-pemain muda yang berkembang pesat, seperti Michael Olise dan Désiré Doué, serta lini pertahanan yang tampil semakin solid.
Di sisi lain, Argentina tetap membawa mental juara dan pengalaman tampil di pertandingan besar.
Kombinasi kualitas individu, kedalaman skuad, serta pengalaman membuat kedua tim kembali diperkirakan menjadi dua kandidat terkuat untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Jika skenario tersebut benar-benar terwujud, final Piala Dunia 2026 dipastikan kembali menghadirkan duel sarat gengsi antara dua raksasa sepak bola dunia, sekaligus menjadi panggung baru bagi rivalitas Kylian Mbappe dan Lionel Messi dalam perebutan supremasi tertinggi di level internasional.





