Luncurkan Pembelajaran Bertajuk Paguron, Dedi Mulyadi Sebut Hal Itu Bisa Selesaikan Krisis Regenarasi

grid.id
10 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi sebut pembelajaran khusus yakni Paguron untuk menyelamatkan profesi pengrajin tradisional. Dimana krisis generasi bisa segera dicarikan solusinya.

Untuk mewujudkan hal itu, Dedi Mulyadi sebut pembelajaran khusus yakni Paguron kriya tradisional akan diberikan insentif. Ya, pemberian ini nantinya akan diberikan setiap bulan.

Baik itu untuk para maestro maupun sebagai pengajar. Usut punya usut, hal itu dilakukan sebagai respons atas menurunnya minat generasi muda terhadap sejumlah bidang industri kreatif tradisional.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut kondisi ini sebagai krisis regenerasi yang harus segera diatasi agar keahlian khas daerah tidak hilang.

Kondisi ini juga dirasa mampu menjadi solusi sebagai krisis regenerasi yang harus segera diatasi agar keahlian khas daerah tidak hilang.

Pasalnya, para pengrajin muda mengalami penurunan jumlah perajin dan terlihat sangat signifikan di berbagai sektor kriya

Beberapa di antaranya adalah seni anyaman di Tasikmalaya dan Garut, serta seni ukir, pahat, lukis, hingga batik tulis.

Itulah sebabnya program Paguron diluncurkan karena tanpa intervensi dari pemerintah, keahliaan tersebut bisa musnah atau terputus.

"Saya sudah minta kumpulkan para pembatik, beri mereka gaji setiap bulan yang cukup untuk mengajarkan membatik.

Begitu juga untuk ukiran, lukisan, masakan tradisional.

Sampai anyaman agar keahliannya tidak putus," kata Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Kamis (9/7/2026).

 

Nantinya, melansir dari TribunJabar.id, Dedi Mulyadi sebut pembelajaran khusus yakni Paguron dirancang sebagai institusi nonformal yang dipimpin langsung oleh para maestro kriya. Mereka akan berperan sebagai pengajar utama dalam mentransfer keahlian kepada generasi muda secara langsung dan berkelanjutan.

Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi sebut pemerintah tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga memastikan keberlangsungan ekonomi para pelaku seni tradisional.

Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran diharapkan lebih efektif karena berlangsung secara langsung antara ahli dan murid, bukan sekadar teori. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kombinasi Makanan yang Bantu Penyerapan Nutrisi
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pelatih Renang di Kendari Ditangkap, Diduga Cabuli 4 Murid Laki-Laki Sesama Jenis
• 10 menit lalurctiplus.com
thumb
3 Film Indonesia Baru Serbu Bioskop, Jangan Buang Ibu Lampaui 2,7 Juta Penonton
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Suporter Maroko yakin timnya kalahkan Prancis yang tangguh
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Dua Masjid, Dua Suasana: Refleksi Pengalaman Salat di Lingkungan yang Berbeda
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.