Beli pulsa saat ini tidak lagi hanya bisa di konter pulsa. Perkembangan teknologi digital membuat isi pulsa bisa melalui e-wallet hingga internet banking.
Lantas, bagaimana nasib bisnis konter pulsa saat ini?
kumparan mendatangi beberapa konter yang jualan pulsa di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur dan menanyakan bagaimana cara bisnis tersebut bertahan saat ini.
Candra, pemilik konter HP Ultra Cell mengatakan meski sudah banyak cara mudah membeli pulsa dari aplikasi pembayaran digital, tetapi konter miliknya masih memiliki banyak pelanggan.
Dia mengungkapkan banyak pelanggannya yang sudah berusia lanjut dan belum memiliki instrumen pembayaran digital.
“Masih banyak (yang beli pulsa), untuk paket, memang gak semua punya m-banking, apalagi orang tua-orang tua, istilahnya gapteklah ya,” kata Candra kepada kumparan, Selasa (7/7).
Selain menjual pulsa dan aksesoris ponsel, Candra saat ini juga membuka jasa pengisian saldo uang elektronik, saldo dompet elektronik atau e-wallet, pembayaran air, listrik hingga tarik tunai uang. Dia membranding konternya sebagai 'mini ATM' dengan promosi gratis cek saldo.
Apalagi, Candra juga mengakui sebagian besar pendapatan konternya saat ini berasal dari jasa pengisian saldo uang elektronik hingga e-wallet, bukan pengisian pulsa atau penjualan aksesoris ponsel.
Senada dengan Candra, salah seorang penjaga konter di Cipinang, Farah, juga menuturkan masih banyak orang membeli pulsa di konter. Biasanya mereka usianya sudah tua.
“Banyak sih (yang beli pulsa), tapi orang tua paling yang nggak ngerti cara pakai e-wallet,” kata Farah.
Konter tempat Farah bekerja juga menyediakan jasa untuk mengisi saldo e-wallet, uang elektronik, juga tarik tunai. Jasa pembayaran tersebut dibuka untuk menambah potensi pendapatan konter tersebut.
“Di sini lebih banyak yang transfer ke e-wallet, bank,” tutur Farah.





