"Pada tahun 2026 akan diberikan pelatihan deep learning, coding dan AI kepada para guru," kata Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani di Jakarta, Kamis 9 Juli 2026.
Nunuk, mengatakan pelatihan tahun ini memasuki fase implementasi yang lebih luas. Jika pada 2025 program difokuskan pada tahap persiapan dan uji coba (piloting), kini pemerintah mulai memperkuat penerapan pembelajaran mendalam berbasis mata pelajaran di ruang kelas.
Baca juga: Intercultural Festival UMB 2026: Kampus Jadi Ruang Diplomasi Mahasiswa 9 Negara
"Pelatihan ini merupakan momentum komitmen untuk memastikan transformasi pendidikan melalui pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial benar-benar hadir di ruang kelas melalui peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan," kata Nunuk.
Nunuk menjelaskan, pelatihan tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep. Pemerintah ingin memastikan filosofi pembelajaran mendalam yang berorientasi pada pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Menurut dia, kelompok kerja guru seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) akan dioptimalkan. Ragam kelompok kerja guru akan menjadi pusat inovasi pembelajaran di daerah.
"Filosofi pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan diharapkan benar-benar sampai ke ruang-ruang kelas, bukan berhenti sebagai konsep di atas kertas," ujarnya.
Sebelumnya, pada tahun 2025 pelatigan deep learning sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Pelatihan pembelajaran mendalam telah menjangkau 88 persen dari target 60 ribu satuan pendidikan.
Program tersebut diikuti oleh 133.391 guru dan 52.809 kepala satuan pendidikan. Sementara itu, pelatihan coding dan kecerdasan artifisial mencatat capaian lebih tinggi.
"Sebanyak 53.020 satuan pendidikan telah mengikuti pelatihan atau mencapai 97 persen dari target 55 ribu satuan pendidikan," lanjutnya.
Tidak hanya itu, 38 persen sekolah yang mengikuti program telah mulai menerapkan coding dan kecerdasan artifisial sebagai mata pelajaran pilihan. Pada 2026, program akan menyasar lebih dari 113 ribu satuan pendidikan.
"Dari jumlah tersebut, sekitar 21 ribu satuan pendidikan telah lebih dahulu mengikuti pelatihan pada 2025 sehingga pemerintah akan memperluas cakupan kepada sekolah lainnya," pungkasnya.
Baca juga: Sabrina Chairunnisa Mengundurkan Diri dari S3 UI, Ini Alasannya
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)





