IHSG Menguat pada Perdagangan Jumat Didorong Kombinasi Sentimen Positif Global dan Domestik

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menguat pada pembukaan perdagangan Jumat setelah ditopang kombinasi sentimen positif dari faktor global dan domestik.

IHSG dibuka naik 23,59 poin atau 0,40 persen ke level 5.936,04, sementara Indeks LQ45 menguat 4,13 poin atau 0,10 persen menjadi 590,04.

Sentimen Global Topang Pergerakan Pasar

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan peluang penguatan IHSG masih terbuka selama mampu bertahan di atas level 5.900.

Ia mengungkapkan, "Selama IHSG bertahan di atas area 5.900, peluang penguatan lanjutan masih terbuka menuju 5.987, kemudian 6.045-6.107. Sebaliknya, apabila kembali turun di bawah 5.900, indeks berisiko menguji support di 5.839-5.805, sebelum menuju gap area di sekitar 5.744."

Dari pasar global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke sekitar 170 target di Iran.

Meski demikian, harga minyak turun hampir 3 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran telah menghubungi Washington dan menyampaikan keinginan mencapai kesepakatan sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi.

Optimisme pasar juga didorong menguatnya kembali sentimen kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk rencana Meta memproduksi chip AI sendiri, tingginya permintaan IPO SK Hynix di Amerika Serikat, serta ekspansi investasi Micron.

Liza mengatakan, "Secara keseluruhan, kombinasi pasar tenaga kerja yang masih resilien dan pelemahan sektor perumahan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan pendekatan wait-and-see, sehingga tetap menjadi sentimen positif bagi pasar ekuitas."

Faktor Domestik Perkuat Optimisme Investor

Dari dalam negeri, Bursa Efek Indonesia melaporkan jumlah emiten dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) berkurang menjadi 14 perusahaan.

BEI menegaskan status HSC bukan merupakan sanksi, melainkan bagian dari upaya meningkatkan transparansi pasar, free float, dan likuiditas saham.

Liza mengungkapkan, "Berkurangnya jumlah emiten dalam daftar HSC mencerminkan perbaikan struktur kepemilikan saham dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta efisiensi pasar modal Indonesia."

Selain itu, Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027 yang dinilai mencerminkan keyakinan terhadap ketahanan fundamental ekonomi nasional.

Pada perdagangan global, mayoritas bursa saham Eropa, Wall Street, dan Asia juga bergerak menguat sehingga turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pejabat Iran Sebut Serangan AS Tak Ganggu Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Kata Sule soal Putra Bungsunya Ditegur saat Nonton Tari Kecak di Bali
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Minta Polisi-TNI Awasi MBG dengan Baik: Jangan Minta Setoran
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Bupati Brebes Belajar ke Makassar, Dalami Strategi Tingkatkan PAD
• 6 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Revand Narya Alami Depresi, Mantan Suami Faby Marcelia Kerap Punya Keinginan Menyakiti Diri Sendiri
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.