Istana Respon 3 Kasus Korupsi yang Tengah Diusut Polri: Hormati Proses Hukum

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan menyusul penggeledahan yang dilakukan Polri dalam penyidikan tiga perkara dugaan korupsi. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah agar tidak muncul spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum.

"Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga terhindar dari spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif," kata Prasetyo kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto sejak awal memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Menurutnya, kepala negara terus mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk menjaga integritas dan segera melakukan pembenahan.

"Sejak awal, Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat kuat dalam pemberantasan korupsi. Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan," ujarnya.

Ia menambahkan Prabowo memandang korupsi sebagai salah satu persoalan terbesar yang harus diselesaikan. Namun, pemerintah tidak boleh kehilangan semangat untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan.

"Bapak Presiden, sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, terus menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini. Namun demikian, apa pun tantangan yang kita hadapi, kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh patah semangat. Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih," kata Prasetyo.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif di tengah proses hukum yang berlangsung agar stabilitas nasional tetap terjaga dan program pembangunan dapat berjalan optimal.

"Yang tidak kalah penting adalah menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan sebagai sesama anak bangsa. Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa serta mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, Polri melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk kafe de'Clan di Cipete, Jakarta Selatan, dan sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita berbagai barang bukti berupa emas batangan, uang tunai dalam berbagai mata uang, serta sejumlah dokumen dan barang elektronik.

Kepala Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri Irjen Totok Suharyanto menjelaskan penyidikan dilakukan melalui skema joint investigation bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Ruko Kosong di Cipete Selatan Dibuka Paksa, Polri Periksa Lokasi ke-13 Kasus Tiga Korupsi

Perkara yang diusut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang diduga memicu blackout, kasus PT ASABRI, serta dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak usaha Krakatau Steel.

Hingga kini, Polri belum mengumumkan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam ketiga perkara tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tantang Bahlil Wujudkan Proyek PLTS 100 GW dalam Dua Tahun
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jangan Asal Bersihkan, Begini Cara Mengatasi Kerak Hitam di Puting saat Hamil
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Geledah Ruko di Cipete terkait Dugaan Korupsi Batubara, Total Sudah 13 Lokasi Diperiksa
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Persib Tanpa Ekspektasi di Piala Presiden 2026, Target Utama ACL Two dan 3 Kompetisi Lainnya
• 3 jam lalubola.com
thumb
Dua Pendaki yang Tersesat di Gunung Jantan Berhasil Ditemukan
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.