Indonesia Perkuat Ekosistem Halal Global Melalui Kolaborasi Negara-Negara D-8

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Indonesia memanfaatkan penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 sebagai langkah memperkuat ekosistem halal global melalui kolaborasi perdagangan, investasi, dan penguatan rantai pasok antarnegara anggota Developing Eight (D-8).

D-8 HEI Jadi Wadah Penguatan Ekonomi Halal

Pameran D-8 Halal Expo Indonesia 2026 berlangsung pada 8 hingga 12 Juli di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta, dengan mengusung tema “Memperkuat Ekonomi Halal D-8 Melalui Kolaborasi Internasional.”

Agenda tersebut mempertemukan pelaku usaha, investor, regulator, dan lembaga riset untuk memperluas kerja sama di sektor ekonomi halal melalui kegiatan perdagangan, business matching, diskusi panel, dan pertemuan bisnis.

Indonesia yang menjabat sebagai Ketua D-8 periode 2026–2027 menjadikan pameran tersebut sebagai sarana memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara anggota.

Negara-negara D-8 memiliki potensi ekonomi besar dengan populasi sekitar 1,3 miliar jiwa atau sekitar 16 persen dari populasi dunia serta produk domestik bruto gabungan mencapai sekitar 5,1 triliun dolar Amerika Serikat.

Organisasi tersebut menargetkan nilai perdagangan internal mencapai 500 miliar dolar Amerika Serikat pada 2030 dengan industri halal menjadi salah satu sektor prioritas.

Indonesia Dorong Integrasi Rantai Pasok Halal

Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menyampaikan Indonesia mendorong D-8 menjadi kekuatan baru ekonomi halal global melalui penguatan integrasi ekonomi dengan dunia Islam.

Penyelenggaraan D-8 HEI 2026 juga sejalan dengan komitmen Indonesia memperkuat rantai nilai halal global sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada KTT ke-11 D-8 di Kairo pada Desember 2024.

Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Ary Aprianto menjelaskan D-8 HEI diarahkan untuk memperkuat rantai pasok halal dari hulu hingga hilir.

Penguatan tersebut mencakup penyediaan bahan baku, kawasan industri, logistik, distribusi, peningkatan kapasitas, hingga pertukaran teknologi agar daya saing industri halal tidak hanya bertumpu pada produk akhir, tetapi juga pada rantai pasok yang efisien dan terintegrasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantah Isu Mundur dari Jabatan, Febrie Jampidsus: Saya Masih Terima Perintah Selesaikan Perkara
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mahasiswa UNM Raih Hibah Santripreneur BAZNAS 2026, Brand Luminous Siap Tembus Pasar
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kebiasaan Cancer yang Membuat Orang Merasa Nyaman
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
IHSG Naik Tipis ke 5.918, Saham-Saham IPO Ada yang ARA dan ARB
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kabupaten Indramayu jadi proyek percontohan Rumah Terang Baznas
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.