Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang dengan Iran belum berakhir meski kedua negara sempat mencapai nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu.
"Perang ini belum berakhir. Ada tantangan-tantangan baru," kata Netanyahu saat menghadiri upacara kelulusan Angkatan Udara Israel di Pangkalan Udara Hatzerim, Israel selatan, Kamis, 9 Juli 2026, dikutip dari harian Israel Yedioth Ahronoth via Anadolu.
Ia menegaskan keunggulan udara tetap menjadi pilar utama doktrin keamanan nasional Israel dan dinilai penting untuk menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan Netanyahu disampaikan di tengah kembali memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam dua hari terakhir, kedua negara saling melancarkan serangan setelah Iran menyerang tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Panglima Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir juga menegaskan kampanye militer terhadap Iran masih akan berlanjut.
"Di meja perencanaan sudah ada rencana-rencana baru. Operasi besar masih menanti di depan. Bersiaplah," ujar Zamir.
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari lalu yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Pada 17 Juni, Iran dan Amerika Serikat sempat mencapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menyatakan nota kesepahaman tersebut telah berakhir, sehingga memicu kembali konfrontasi militer antara kedua negara.




