Jakarta, VIVA – Menteri Perdagangan Budi Santoso atau Busan, mengenang anggota DPR RI yang juga mantan mendag Rachmat Gobel yang tutup usia pada dini hari tadi. Rachmat dinilai merupakan penggerak ekspor dan industri nasional yang memiliki perhatian besar terhadap peningkatan investasi, perdagangan, serta kemajuan manufaktur Indonesia.
Budi mengaku bahwa dirinya terakhir bertemu Rachmat Gobel pada Rabu (8/7). Pertemian dilakukan untuk membahas strategi meningkatkan ekspor melalui penguatan investasi Jepang yang telah beroperasi di Indonesia.
"Kemarin hari Rabu (8/7), (almarhum) ke kantor, beliau ke kantor, kemudian kita ngomongin rencana ekspor produk-produk Jepang ya. Jadi Jepang kan investasi di Indonesia," kata Budi ditemui di Rumah Duka Rachmat Gobel, di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2026.
Budi mengatakan, pertemuan tersebut membahas upaya mendorong perusahaan asal Jepang memperluas ekspor produk manufaktur dari Indonesia ke berbagai negara tujuan melalui persetujuan prinsipal. Pembahasan difokuskan pada penyusunan langkah strategis, agar investasi Jepang di Indonesia mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan ekspor nasional ke depan.
Budi menjelaskan produk yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut meliputi sektor elektronik, kendaraan, serta berbagai produk manufaktur berteknologi tinggi hasil investasi Jepang di Indonesia.
Menurut Budi, Rachmat Gobel memiliki visi besar agar ekspor Indonesia terus meningkat melalui penguatan daya saing industri nasional serta perluasan akses pasar internasional secara berkelanjutan.
Dia menilai almarhum merupakan pribadi yang sangat baik, memiliki kepedulian tinggi terhadap para pegawai, serta selalu memberikan perhatian pada pengembangan sumber daya manusia.
Budi menyebut gagasan Rachmat Gobel mengenai perdagangan dan ekspor menjadi inspirasi dalam memperkuat sektor industri, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk manufaktur Indonesia di pasar global.
Dia berharap semangat, pemikiran, dan dedikasi Rachmat Gobel dalam mendorong kemajuan perdagangan, investasi, dan ekspor nasional dapat terus menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.
"Beliau orang sangat baik, pokoknya beliau orang luar biasa sangat baik dan sangat perhatian ke pegawai, dan konsep ke depan untuk perdagangan sangat bagus, peningkatan ekspor sampai dulu menargetkan tinggi sekali karena ingin ekspor harus naik terus," ujar Budi.





