Meksiko Tempuh Jalur Hukum terhadap AS atas Kematian 17 Warganya di Tahanan ICE

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Meksiko akan menempuh jalur hukum terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul kematian 17 warga negaranya yang terjadi di pusat penahanan Immigration and Customs Enforcement (ICE) maupun dalam operasi penegakan imigrasi lembaga tersebut.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengumumkan langkah tersebut dalam konferensi pers di Istana Nasional, Mexico City, pada Kamis (9/7).

Sebanyak 14 warga Meksiko dilaporkan meninggal dunia di pusat-pusat penahanan ICE, sementara tiga lainnya tewas dalam operasi penegakan imigrasi.

Meksiko Ajukan Tuntutan Pidana

Menteri Luar Negeri Meksiko Roberto Velazquez Alvarez mengungkapkan, "Kementerian Luar Negeri akan meminta dukungan Kejaksaan Agung untuk secara resmi mengajukan tuntutan pidana terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab kepada jaksa negara bagian dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat atas kematian warga negara Meksiko di dalam tahanan ICE maupun dalam operasi ICE."

Menurut Alvarez, pemerintah Meksiko sebelumnya telah menempuh berbagai langkah diplomatik dan konsuler, termasuk memberikan bantuan hukum dan keuangan kepada keluarga korban.

Pemerintah Meksiko juga telah mengirimkan 11 nota protes diplomatik kepada pemerintah AS serta menuntut penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh insiden tersebut.

Alvarez menambahkan, "Dengan kata lain, kami akan melampaui ranah diplomatik dan langsung mengajukan tuntutan pidana kepada jaksa di Amerika Serikat terkait insiden-insiden tersebut, serta meminta penyelidikan pidana atas apa yang telah dan sedang terjadi."

Gugat Pengelola Pusat Penahanan ICE

Selain menempuh proses hukum terhadap pemerintah AS, Meksiko juga akan mengajukan gugatan perdata terhadap perusahaan-perusahaan swasta yang mengelola pusat penahanan ICE.

Menurut Alvarez, pemerintah akan mengirimkan surat penghentian pelanggaran kepada perusahaan-perusahaan tersebut atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia serta kondisi penahanan yang menyebabkan 14 warga Meksiko meninggal dunia saat berada di bawah pengawasan kontraktor swasta.

Kebijakan penegakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump yang semakin agresif terhadap komunitas migran di AS telah menuai kritik dari berbagai organisasi internasional dan sejumlah pemerintah karena diduga melanggar hak asasi manusia.

Dalam kasus terbaru, agen ICE menembak mati Lorenzo Salgado Araujo, warga negara Meksiko berusia 52 tahun, di Houston, Texas, yang telah menetap di Amerika Serikat selama 30 tahun dan meninggalkan seorang istri serta dua anak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laporan Tak Kunjung Tuntas Diusut, BBHAR PDIP Dampingi Korban Mafia Tanah ke Bareskrim Polri
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Persib Tanpa Ekspektasi di Piala Presiden 2026, Target Utama ACL Two dan 3 Kompetisi Lainnya
• 5 jam lalubola.com
thumb
Anindya Bakrie Memastikan Kadin Siap Jadi Jembatan Antara Pemerintah dan Mitra Internasional
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Panel Surya Baznas Akhiri Penantian Dua Dekade Warga Desa di Indramayu yang Hidup tanpa Listrik
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo: NTB dari Dulu Dukung Saya, Meski Berkali-kali Kalah Tetap Setia
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.