Jakarta, CNBC Indonesia - PT ASABRI (Persero) membukukan lonjakan laba bersih sepanjang 2025. Direktur Utama PT ASABRI (Persero) Jeffry Haryadi P. Manullang mengungkapkan, laba bersih perseroan pada 2025 mencapai Rp713,72 miliar atau melonjak 158% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp275,60 miliar.
"Laba bersih tahun 2025 Rp713,72 miliar meningkat 158% dibanding tahun sebelumnya Rp275,60 miliar. Sedangkan laba komprehensif Rp529,94 miliar meningkat 222,02% dibanding tahun sebelumnya Rp164,57 miliar," ujar Jeffry dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, dikutip Jumat (10/7/2026).
Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan hasil investasi dan kondisi pasar modal yang lebih kondusif sepanjang tahun lalu.
"Kenaikan dari hasil kinerja keuangan ini dikontribusikan oleh pertama hasil investasi yang cukup kompetitif, kedua kondisi pasar modal yang mendukung, dan ketiga adanya penerapan ketentuan dari PSAK 109 yang ikut membantu mendorong kenaikan kinerja keuangan kami di tahun 2025. Namun demikian dominasinya diberikan oleh kinerja investasi dan situasi pasar modal," katanya.
Sejalan dengan itu, total aset ASABRI juga tumbuh dua digit. Hingga akhir 2025, aset perseroan mencapai Rp55,97 triliun atau naik 12,23% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, posisi ekuitas terus membaik dengan defisit menyusut dari minus Rp894 miliar menjadi minus Rp363 miliar.
Dari sisi kesehatan keuangan, tingkat solvabilitas meningkat signifikan dari 124% pada 2024 menjadi 321% pada 2025 atau melonjak sekitar 157%.
Perbaikan kinerja juga tercermin dari sisi investasi. Yield on investment meningkat menjadi 7,43% dari 4,94% pada tahun sebelumnya atau tumbuh 49,28%. Hasil investasi bersih mencapai Rp985 miliar, naik 56,82% dibandingkan 2024 sebesar Rp628 miliar.
Di sisi operasional, ASABRI membayarkan 69.749 klaim sepanjang 2025. Rinciannya meliputi sekitar 56 ribu klaim program THT, 4.500 klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), serta 8.400 klaim Jaminan Kematian (JKM).
Meski demikian, Jeffry mengakui program Tabungan Hari Tua (THT) masih menjadi tantangan utama karena rasio klaim tetap melampaui 100%.
"Kalau kita lihat klaim ratio yang selama ini menjadi momok di PT ASABRI adalah program THT, di mana klaim ratio-nya berada di atas 100%, yaitu tahun 2025 ini klaimnya Rp1,5 triliun, sementara preminya Rp1,3 triliun. Artinya klaim ratio-nya berada di 115,65%," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga tercermin pada underwriting margin yang masih negatif.
"Kalau kita masuk lebih dalam ke underwriting margin ratio, di mana pendapatan asuransi dikurangi beban asuransi, dibandingkan pendapatan asuransi, kami hanya memperoleh underwriting margin 43,57% minus. Jadi artinya bebannya masih lebih tinggi," kata Jeffry.
Sementara itu, jumlah peserta ASABRI terus bertambah. Hingga akhir 2025, jumlah peserta meningkat menjadi sekitar 1,55 juta orang dari 1,479 juta peserta pada tahun sebelumnya atau tumbuh 4,78%. Dari total tersebut, sekitar 1,05 juta merupakan peserta aktif, sedangkan sekitar 500 ribu merupakan peserta pensiun.
Meski demikian, pertumbuhan peserta belum sesuai proyeksi awal yang memperkirakan tambahan personel lebih besar.
"Di tahun 2025 tumbuhnya masih belum agresif sebagaimana yang disampaikan dalam proyeksi," ujar Jeffry.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google




