Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara peresmian serentak lima bendungan baru dari Bendungan Meninting, Nusa Tenggara Barat, Jumat, menyampaikan dirinya menerima laporan bendungan-bendungan baru itu dapat membantu menambah produksi beras hingga satu juta ton.
"Menteri Pertanian melaporkan kepada saya lima bendungan ini, nanti dengan teknologi, dengan benih yang terbaik, bisa menghasilkan satu juta ton beras," kata Presiden Prabowo membagikan laporan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat acara peresmian lima bendungan.
Lima bendungan, yang diresmikan oleh Presiden Prabowo, yaitu Bendungan Meninting di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, kemudian Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Bali.
Baca juga: Nilai investasi lima bendungan diresmikan Prabowo capai Rp9,79 triliun
Bendungan-bendungan tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang tahapan pembangunannya telah dimulai pada masa pemerintahan presiden-presiden terdahulu.
"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun," ujar Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengungkap rencana membangun lebih banyak bendungan, terutama setelah adanya penghematan di berbagai sektor, termasuk dengan penggunaan B50 yang resmi diluncurkan Kamis (9/7).
"Lima bendungan ini, Rp9,79 triliun. Dari B50 kita akan menghemat Rp170 triliun. Bayangkan, berapa puluh bendungan yang kita bisa bangun tiap tahun," sambung Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Bendungan dan B50 bukti kerja nyata menuju Indonesia makmur
Dalam pidatonya itu, di hadapan jajaran pejabat daerah dan masyarakat NTB, Presiden Prabowo kemudian berpesan agar mereka menjaga dan merawat Bendungan Meninting yang merupakan bagian dari investasi negara untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di sekitarnya.
Pesan yang sama juga Presiden sampaikan untuk masyarakat di empat lokasi bendungan lainnya.
"Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani, sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara," ujar Presiden Prabowo.
Bendungan Meninting yang menjadi lokasi acara peresmian hari ini berada di Desa Bukti Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, dan di Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar - Lombok Barat. Bendungan itu mulai dibangun pada 2019 dan selesai pada 2025.
Bendungan berkapasitas mencapai 13,14 juta meter kubik dengan luas genangan kurang lebih 54 hektare itu berfungsi untuk irigasi, penampungan dan cadangan air, pengendalian banjir, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Kawasan Bendungan Meninting saat ini telah dilengkapi dengan spillway (bangunan pelimpah) untuk mencegah debit air meluap, kemudian bangunan intake, dan jalan inspeksi untuk mendukung operasional dan pemeliharaan.
Baca juga: Prabowo resmikan bendungan, petani tak lagi kekurangan air
Baca juga: Mentan ajak petani Lombok terapkan sistem pola tanam modern PMAAS
"Menteri Pertanian melaporkan kepada saya lima bendungan ini, nanti dengan teknologi, dengan benih yang terbaik, bisa menghasilkan satu juta ton beras," kata Presiden Prabowo membagikan laporan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat acara peresmian lima bendungan.
Lima bendungan, yang diresmikan oleh Presiden Prabowo, yaitu Bendungan Meninting di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, kemudian Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Bali.
Baca juga: Nilai investasi lima bendungan diresmikan Prabowo capai Rp9,79 triliun
Bendungan-bendungan tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang tahapan pembangunannya telah dimulai pada masa pemerintahan presiden-presiden terdahulu.
"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun," ujar Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengungkap rencana membangun lebih banyak bendungan, terutama setelah adanya penghematan di berbagai sektor, termasuk dengan penggunaan B50 yang resmi diluncurkan Kamis (9/7).
"Lima bendungan ini, Rp9,79 triliun. Dari B50 kita akan menghemat Rp170 triliun. Bayangkan, berapa puluh bendungan yang kita bisa bangun tiap tahun," sambung Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Bendungan dan B50 bukti kerja nyata menuju Indonesia makmur
Dalam pidatonya itu, di hadapan jajaran pejabat daerah dan masyarakat NTB, Presiden Prabowo kemudian berpesan agar mereka menjaga dan merawat Bendungan Meninting yang merupakan bagian dari investasi negara untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di sekitarnya.
Pesan yang sama juga Presiden sampaikan untuk masyarakat di empat lokasi bendungan lainnya.
"Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani, sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara," ujar Presiden Prabowo.
Bendungan Meninting yang menjadi lokasi acara peresmian hari ini berada di Desa Bukti Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, dan di Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar - Lombok Barat. Bendungan itu mulai dibangun pada 2019 dan selesai pada 2025.
Bendungan berkapasitas mencapai 13,14 juta meter kubik dengan luas genangan kurang lebih 54 hektare itu berfungsi untuk irigasi, penampungan dan cadangan air, pengendalian banjir, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Kawasan Bendungan Meninting saat ini telah dilengkapi dengan spillway (bangunan pelimpah) untuk mencegah debit air meluap, kemudian bangunan intake, dan jalan inspeksi untuk mendukung operasional dan pemeliharaan.
Baca juga: Prabowo resmikan bendungan, petani tak lagi kekurangan air
Baca juga: Mentan ajak petani Lombok terapkan sistem pola tanam modern PMAAS





