Kurangi Doomscrolling! Dapat Tingkatkan Kecemasan dan Ganggu Kualitas Tidur

suarasurabaya.net
18 jam lalu
Cover Berita

Kebiasaan doomscrolling atau menggulir unggahan bernada negatif di media sosial secara terus-menerus bisa berdampak buruk pada kesehatan mental, mulai dari meningkatkan kecemasan hingga mengganggu kualitas tidur.

Melansir laman kesehatan Medical Daily yang dikutip dari Antara, pada Jumat (10/7/2026), doomscrolling merupakan kebiasaan mengonsumsi informasi yang memicu rasa takut atau cemas secara berulang, dan sering kali lebih lama dari yang direncanakan.

Perilaku tersebut semakin banyak terjadi mulai pandemi COVID-19 ketika masyarakat mengandalkan internet untuk memperoleh informasi terbaru.

Peneliti menjelaskan bahwa otak manusia secara alami lebih peka terhadap ancaman sehingga cenderung memberi perhatian lebih besar pada informasi negatif.

Di era digital saat ini, kecenderungan tersebut dapat membuat seseorang terus memeriksa berita yang mengkhawatirkan meski justru meningkatkan stres.

Sebuah studi pada 2022 juga menemukan bahwa paparan berita terkait COVID-19 yang lebih tinggi berkaitan dengan meningkatnya tekanan psikologis.

Sementara itu, American Psychological Association menyebut paparan berkepanjangan terhadap berita yang memicu stres dapat meningkatkan kecemasan dan kelelahan emosional.

Kebiasaan doomscrolling juga sering dilakukan menjelang tidur. Selain paparan cahaya dari layar, konten yang menguras emosi membuat otak tetap waspada sehingga seseorang lebih sulit tertidur.

Menurut Sleep Health Foundation, penggunaan perangkat digital sebelum tidur dapat menunda relaksasi dan menurunkan kualitas tidur.

Peneliti juga menilai fitur media sosial seperti notifikasi, rekomendasi konten, dan gulir tanpa batas dapat mendorong pengguna terus mencari informasi baru. Kebiasaan berpindah-pindah antara berita, video, dan notifikasi pun diduga memengaruhi kemampuan seseorang untuk mempertahankan fokus dalam jangka waktu lama.

Sebagai upaya untuk mengurangi dampaknya, para ahli menyarankan masyarakat membatasi waktu membaca berita, menghindari konten yang memicu stres sebelum tidur, mematikan notifikasi yang tidak diperlukan, serta meluangkan waktu untuk berolahraga atau bersosialisasi sebagai pengganti waktu menatap layar.(ant/ris/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Skor Norwegia vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Open House Sekolah Rakyat Lombok Barat, Mensos: Siswa Mulai Percaya Diri
• 7 jam laludetik.com
thumb
Menkes: Kusta Bukan Kutukan, Penyakit Ini Bisa Diobati
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Perkuat Kerja Sama Bilateral
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
10 Ucapan Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026, Cocok Jadi Caption di Media Sosial
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.