Tujuh seniman muda Surabaya menyumbangkan karya lukisan untuk ruang perawatan anak sebagai bentuk dukungan healing environment dalam proses penyembuhan pasien.
Karya-karya tersebut dibuat untuk menghadirkan suasana yang lebih hangat, nyaman, dan penuh harapan bagi anak-anak yang sedang menjalani perawatan dari penyakitnya.
Kaylee Ann Siswanto penggagas kegiatan sekaligus Founder Art Reach mengatakan bahwa aksi tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya saat beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.
Setelah berjuang melawan sakit hingga sembuh, melalui organisasi seni Art Reach, ia mengajak kawan-kawan senimannya untuk memberi motivasi kepada anak-anak yang masih melawan sakit, agar terus semangat dalam proses pengobatan hingga pemulihan kesehatan.
“Saya pernah menjadi pasien di RS Premier. Saya masih ingat bagaimana perhatian para dokter dan perawat membuat saya merasa lebih tenang saat dirawat. Pengalaman itu menginspirasi saya untuk kembali, bukan sebagai pasien, tetapi sebagai seseorang yang ingin berbagi harapan melalui karya seni,” terangnya, Jumat (10/7/2026).
Selain Kaylee, enam seniman muda yang turut menyumbangkan karya seni untuk mendukung semangat sembuh anak adalah Madeleine L. Tongku, Michella J. Tongku, Joyce Zerlina, Mabelle Josephine Putri Dharma, Pricilla Irene Susilo, dan Janice Aiko Kawilarang.
Lukisan-lukisan tersebut akan dipajang di ruang perawatan anak sebagai bagian dari upaya menciptakan healing environment.
Sejumlah penelitian, kata dia, menunjukkan bahwa lingkungan rumah sakit yang diperkaya elemen visual positif, seperti warna-warna ceria dan karya seni bertema alam maupun objek yang dekat dengan dunia anak, bisa membantu mengurangi kecemasan serta mendukung kesejahteraan emosional pasien selama menjalani perawatan.
“Saya berharap lukisan-lukisan ini dapat menemani anak-anak selama menjalani perawatan, membuat mereka tersenyum, memberikan semangat, dan mengingatkan bahwa mereka tidak sendirian,” ucapnya.
Sementara itu, dr. Ariawan Wangsa Seputera Chief Operating Officer (COO) RS Premier Surabaya mengatakan bahwa karya seni menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan rumah sakit yang mendukung proses penyembuhan, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga emosional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kaylee dan seluruh seniman muda yang telah mempersembahkan karya terbaiknya. Lukisan-lukisan ini bukan hanya mempercantik lingkungan rumah sakit, tetapi juga membawa pesan optimisme, semangat, dan harapan bagi setiap pasien yang sedang menjalani proses pemulihan. Kami percaya bahwa pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien juga mencakup aspek emosional dan psikologis, sehingga kehadiran karya seni dapat menjadi bagian dari healing environment yang kami bangun,” jelasnya.
Sementara itu, dr. Deddy Iskandar dokter spesialis anak yang pernah merawat Kaylee di rumah sakit tersebut juga mengatakan bahwa kehadiran karya seni dapat menjadi penyemangat bagi pasien anak selama menjalani pengobatan.
“Proses penyembuhan tidak hanya tentang pulih secara fisik, tetapi juga bagaimana seseorang mampu bangkit, menemukan makna, dan memberikan inspirasi kepada orang lain. Semoga lukisan-lukisan ini dapat menjadi penyemangat bagi pasien yang sedang berjuang menjalani pengobatan, sekaligus menjadi pengingat bahwa selalu ada harapan di setiap proses pemulihan,” pungkasnya.(ris/faz)




