JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf memberi peringatan keras kepada penyedia layanan atau Syarikah di Arab Saudi yang kurang profesional dalam pelayanan selama puncak haji 2026, terutama di area Mina.
Ia mengatakan, pemerintah tidak segan untuk memutuskan kerja sama dan mencari penyedia layanan baru jika kualitas fasilitas bagi jemaah tidak diperbaiki pada musim haji mendatang.
"Kita punya catatan, 'Kamu kemarin melayani kami janjinya segini kok segini,' itu menjadi catatan kami dan saya ingatkan juga kepada mereka, kalau memang enggak bisa memperbaiki ya sudah tahun depan kita cari yang lain," ujar Irfan Yusuf dalam acara On Point Kompas TV, Jumat (10/7/2026).
Baca juga: Menhaj Sebut Angka Kematian Jemaah Haji 2026 Berhasil Ditekan 25 Persen
Irfan menjelaskan bahwa wilayah Arafah dan Mina sepenuhnya berada di bawah otoritas Syarikah, di mana pihak kementerian hanya bertindak sebagai pemesan layanan sesuai kesepakatan.
Persoalan di Mina menjadi catatan evaluasi utama karena areanya yang jauh lebih sempit dibandingkan Arafah, sementara jemaah harus menetap di sana dalam durasi yang lebih lama dengan ruang yang sangat terbatas.
"Arafah-Mina itu pure murni kekuasaan bukan kekuasaan kita. Kita hanya bisa pesan, kita hanya bisa minta begini begini, tapi pelayanannya murni dari Syarikah," ucap Irfan.
Baca juga: Menhaj Minta Jajarannya Segera Siapkan Layanan Haji Tahun 2027
Untuk mengatasi kendala keterbatasan lahan di Mina tersebut, pemerintah telah mengupayakan skema tanazul sebagai solusi teknis guna mengurangi kepadatan di dalam tenda.
Melalui skema ini, sebagian jemaah diarahkan untuk tidak menginap di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel atau penginapan yang lokasinya cukup dekat dengan tempat melontar jumrah.
"Kemarin kita mensiasatinya dengan tanazul. Artinya mereka tidak tinggal di tenda tapi tinggal di penginapannya masing-masing yang dekat dengan tempat melempar jumrah itu," jelasnya lebih lanjut.
Baca juga: Menhaj Minta Jajarannya Segera Siapkan Layanan Haji Tahun 2027
Catatan mengenai kekurangan layanan ini telah disampaikan secara resmi kepada Kementerian Haji Saudi dan ditembuskan langsung kepada Syarikah terkait.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




