Tragedi di Hutan Pelalawan Riau, Bocah 12 Tahun Tewas Diserang Harimau Sumatra

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Tragedi di Hutan Pelalawan Riau, Bocah 12 Tahun Tewas Diserang Harimau SumatraNasional | inews | Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:27Dengarkan Berita

PELALAWAN, iNews.id - Konflik manusia dengan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang bocah berusia 12 tahun tewas diduga diserang harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di area camp pekerja salah satu perusahaan kehutanan.

Informasi diperoleh, peristiwa tragis tersebut terjadi Selasa (7/7/2026) pukul 04.30 WIB. Korban tewas diterkam harimau diketahui bernama Jerlin Zalukhu, anak ketiga dari lima bersaudara.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung bergerak setelah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Tim diterjunkan untuk melakukan pemantauan, pengumpulan data serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan petugas langsung berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan pekerja lapangan untuk melakukan penanganan awal.

"Dalam penanganan di lapangan, petugas berkoordinasi erat dengan manajemen perusahaan serta pihak pelaksana lapangan terkait untuk menyusun rencana observasi," ujar Supartono dikutip dari iNews Pekanbaru, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga:Duduk Perkara Lansia di Sragen Dituduh Minta Tebusan usai Temukan Dompet, Berujung Damai

Berdasarkan hasil informasi sementara dari tim lapangan, kejadian bermula ketika korban menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp pekerja. Saat itu, korban berada di luar kamar mandi, sementara pagar pelindung bagian belakang camp diketahui dalam kondisi terbuka akibat mengalami kerusakan.

Tidak lama kemudian, korban ditemukan sekitar 10 meter di belakang area camp dengan luka pada bagian leher kiri dan kanan. Lokasi kejadian berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Area camp pekerja tersebut berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Setelah kejadian, BBKSDA Riau mengidentifikasi tanda keberadaan harimau Sumatera di sekitar lokasi. Petugas menemukan jejak kaki satwa dengan ukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter. Jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang tercatat sekitar 120 sentimeter.

Baca Juga:Begini Isi Surat Pencuri di Mojokerto usai Gasak Uang demi Bayar Sekolah Anak

Untuk pemantauan lebih lanjut, petugas juga memasang kamera jebak atau camera trap di sejumlah titik sekitar lokasi kejadian. Hingga pukul 18.00 WIB, tim masih menerima laporan adanya kemunculan harimau Sumatera di sekitar area camp pekerja.

BBKSDA Riau bersama tim gabungan kemudian berpatroli malam dengan bantuan drone thermal untuk memantau pergerakan satwa.

Dari hasil pemantauan drone thermal, harimau sumatra tersebut masih terdeteksi berada di sekitar lokasi kejadian. Tim lapangan menduga keberadaan satwa tersebut dipengaruhi oleh adanya hewan mangsa yang dipelihara pekerja di area camp.

Untuk mengurangi faktor yang dapat menarik kedatangan harimau, petugas bersama manajemen perusahaan melakukan penyitaan terhadap satwa mangsa tersebut.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat harimau Sumatra agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari. Perusahaan juga diminta memastikan sistem pengamanan dan pagar area camp dalam kondisi baik.

BBKSDA Riau memastikan penanganan konflik satwa liar ini terus dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian harimau sumatra sebagai satwa dilindungi.

#regional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menperin Agus Gumiwang Ungkap Hubungan Erat Indonesia-Rusia: Peluang Baik Perkenalkan Diri
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Dicari Prabowo Karena Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia, Ini Respons Erick Thohir
• 17 menit laluidxchannel.com
thumb
Populer: RI Negara Pertama yang Wajibkan B50; Integrasi Stasiun Karet-BNI City
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Menyaksikan gelaran wushu kelas dunia di Pulau Tropis Hainan, China
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Komisi XIII Minta Seluruh Pelaku Kekerasan Seksual di Sampang Ditangkap dan Korban Dapat Pendampingan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.