Feeding Frenzy Dulu vs Sekarang: Game Kasual yang Menjadi Ikon Era PC Jadul

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Bagi pengguna komputer pada awal hingga pertengahan 2000-an, Feeding Frenzy adalah salah satu game yang hampir pasti pernah dimainkan. Game bergaya kasual ini menjadi teman menghabiskan waktu di rumah, sekolah, hingga warnet berkat gameplay yang sederhana, ringan, namun sangat adiktif.

Meski kini industri game dipenuhi judul-judul dengan grafis realistis dan dunia terbuka yang luas, Feeding Frenzy tetap dikenang sebagai salah satu game kasual paling sukses pada masanya.

Baca Juga :
Bug dan Fitur Tersembunyi Free Fire Jadi Konten Favorit Komunitas Gaming Indonesia
Masih Ingat Super Mario Bros? Game Legendaris yang Mengubah Sejarah Industri Video Game

Bahkan setelah lebih dari dua dekade sejak dirilis, game ini masih dimainkan melalui berbagai platform digital dan menjadi simbol nostalgia bagi banyak gamer. Menurut Xbox Game Studios dan PopCap Games, dikutip VIVA Sabtu, 11 Juli 2026, Feeding Frenzy merupakan salah satu judul yang membantu mempopulerkan genre casual game sebelum era smartphone berkembang pesat.

Awal Kemunculan Feeding Frenzy

Feeding Frenzy pertama kali dikembangkan oleh Sprout Games dan dirilis pada 2004 sebelum kemudian dipublikasikan oleh PopCap Games, perusahaan yang juga dikenal lewat Bejeweled, Zuma, dan Plants vs. Zombies.

Konsep permainan sangat sederhana. Pemain mengendalikan seekor ikan kecil yang harus memakan ikan lain berukuran lebih kecil agar terus tumbuh. Namun, pemain juga harus menghindari ikan yang lebih besar karena dapat langsung memangsa karakter utama.

Aturan yang mudah dipahami membuat siapa pun dapat langsung menikmati permainan tanpa harus mempelajari mekanisme yang rumit.

Gameplay yang Sederhana tetapi Sulit Ditinggalkan

Feeding Frenzy mengusung filosofi "easy to learn, hard to master".

Pada awal permainan, pemain hanya dapat memakan ikan-ikan kecil. Setelah ukurannya bertambah, jenis ikan yang bisa dimakan juga semakin beragam.

Setiap level menghadirkan tantangan baru, seperti:

  • Ikan predator yang bergerak lebih cepat.
  • Ranjau laut.
  • Ubur-ubur beracun.
  • Hiu dengan pola serangan berbeda.
  • Lingkungan bawah laut yang semakin kompleks.

Semakin tinggi level, pemain dituntut memiliki refleks dan strategi yang lebih baik untuk bertahan hidup.

Visual Kartun yang Masih Menarik Dilihat

Jika dibandingkan dengan game modern, grafis Feeding Frenzy memang terlihat sederhana.

Namun, gaya visual kartun penuh warna justru menjadi salah satu kekuatan utamanya. Dunia bawah laut dipenuhi berbagai jenis ikan, terumbu karang, ubur-ubur, hingga efek gelembung yang membuat permainan terasa hidup.

Baca Juga :
Game Konsol vs Cloud Gaming: Pertarungan Performa, Biaya, dan Kenyamanan yang Jarang Dibahas
Membandingkan Guitar Hero dengan Game Rhythm Modern, Evolusi Genre Musik yang Mengubah Dunia Gaming
Dirjen Migas ESDM: Diskon LNG Industri Berlaku hingga 31 Desember 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga BBM Meroket, Kendaraan Hybrid Makin Jadi Primadona
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perkuat Perlindungan Konsumen, OJK Terbitkan Aturan Financial Influencer
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mantan Suami Bupati Gowa Lapor Polisi, Dugaan Keterangan Palsu di Sidang Cerai
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenperin Perkuat Kemitraan Industri Perkapalan dengan Rusia untuk Dorong Investasi dan Alih Teknologi
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Putera Kebudayaan Sulsel Dukung Akselerasi Pengembangan 7 Destinasi Wisata Unggulan Takalar
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.