IM57+ Soroti Kepala Daerah Kena OTT: Jabatan Jadi Arena Balapan Kumpulkan Duit

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua IM57+ Institute Lakso Anindito menyoroti maraknya kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, termasuk yang terjadi pada Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Lakso mengatakan kebutuhan pembiayaan politik serta motif memperkaya diri menjadi salah satu pendorong korupsi.

"Modus yang dilakukan Etik Suryani bukanlah hal baru. Pada 10 OTT yang terjadi, hampir setengahnya terkait dengan pemerasan terhadap bawahan," kata Lakso kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).

Baca juga: Bertambah, Total 9 Orang Diamankan KPK Saat OTT Bupati Sukoharjo

Lakso mengatakan pemungutan fee kepada pengusaha maupun pemerasan terhadap bawahan pada dasarnya berhubungan dengan aliran uang ke kepala daerah. Dalam praktik pemerasan, kata dia, bawahan yang menjadi korban bisa saja melakukan pemotongan anggaran negara atau meminta fee kepada pihak swasta.

"Artinya, sumbernya pun bisa berasal dari fee pada pengusaha," katanya.

Dia menilai maraknya kepala daerah terjerat kasus korupsi tak lepas dari faktor internal dan eksternal. Menurutnya, dari sisi internal, salah satu motifnya ialah kebutuhan pembiayaan politik.

"Pada konteks internal, kebutuhan untuk biaya mesin politik dan motif pribadi untuk memperkaya diri. Kepala Daerah sebetulnya sudah memiliki fasilitas dan dukungan budget profesional yang memadai," ujarnya.

"Akan tetapi, kebutuhan biaya politik yang tinggi agar dapat melanggengkan kekuasaan pada periode pemilihan selanjutnya membuat Kepala Daerah menjadikan periode pengumpulan uang sebanyak-banyaknya baik dengan melakukan pemerasan terhadap bawahannya yang ingin naik serta mempertahankan jabatannya," sambungnya.

Sedangkan faktor eksternal, dia menilai kepala daerah juga berada dalam kondisi yang sulit. Sebab, adanya tekanan untuk memenuhi kebutuhan dana non-budgeter dari berbagai pihak.

"Pada satu sisi, terdapat permintaan dana non-bugeter dari berbagai pihak mitra (pada beberapa kasus dari penegak hukum dan auditor) maupun dari pihak yang lebih tinggi (Menteri maupun DPR pada beberapa kasus) dalam upaya mendapatkan alokasi budget untuk daerahnya maupun kepentingan lain daerahnya," jelasnya.

Menurutnya, akumulasi faktor internal dan eksternal tersebut membuat masa jabatan kepala daerah berubah menjadi arena untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Dia mengatakan perlu adanya langkah strategis untuk menuntaskan kasus korupsi.

"Akumulasi faktor internal dan eksternal ini membuat periode jabatan Kepala Daerah menjadi arena 'balapan' untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dalam periode jabatannya," katanya.

"Akhirnya berbagai modus dilakukan baik melalui pendekatan suap, gratifikasi maupun konflik kepentingan dalam pengadaan. Untuk itu, perlu dirumuskan langkah strategis, termasuk membongkar secara tuntas para penerima manfaat di atas dari korupsi Kepala Daerah serta adanya kejelasan soal dukungan operasional dana non-budgeter," imbuh dia.

Baca juga: KPK Sita Emas dan Dolar Senilai Miliaran Rupiah Terkait OTT Bupati Sukoharjo

Sebelumnya, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, terjaring OTT KPK. KPK mengungkap OTT ini terkait pemerasan perangkat daerah di Sukoharjo oleh Etik.

"Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (10/7/).

Total yang dibawa KPK ke Jakarta terkait OTT ini berjumlah sembilan orang. Mereka ditangkap di Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo.

"Pihak-pihak tersebut di antaranya diamankan di wilayah Wonogiri, Solo, dan juga Sukoharjo," ujarnya.




(amw/ygs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Said Iqbal Akan Bertemu Direksi Freeport, Bahas Status 2.374 Pekerja
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Piala Dunia 2026: Hadapi Prancis di Semifinal, Pelatih Spanyol Kirim Psywar Pedas yang Bisa Bikin Les Blues Merinding
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Ilusi Giant Sea Wall: Ketika "Benteng" Laut Menjadi Penjara Ekologis dan Sosial
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Mendagri Minta Kepala Daerah Prioritaskan Penanganan Kusta
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Pemkot Jaktim perluas layanan jemput bola CKG ke sekolah dan komunitas
• 34 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.