Saat ”Donald Trump” Ditahan KPK di Ruang Sidang DPR

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

You can’t arrest me, you don’t have jurisdiction!” teriak Donald Trump dalam sebuah simulasi sidang DPR. Kericuhan sempat mewarnai suasana sidang saat ”Trump” ditahan dan mengenakan rompi oranye tahanan KPK. Adegan ini terjadi dalam sidang yang digelar Jakarta Model Congress (JMC) saat membahas keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace di Gedung Perpustakaan Nasional, Jumat (10/7/2026).

Donald Trump diperankan oleh Direktur Bidang Akademik JMC Leonard Danendra. Gimik yang diperankan oleh panitia ini adalah konsekuensi dari keputusan partisipan yang diambil oleh sebuah komisi atau sebagai indikator pembahasan anggota sudah melenceng dari jalur. Bumbu-bumbu ini adalah salah satu dari beberapa gimik lain yang mewarnai rangkaian penyelenggaraan JMC di setiap ruang sidang.

Kegiatan ini merupakan kompetisi forum akademik yang menghadirkan simulasi sidang parlemen Indonesia dengan permainan peran. Para peserta dapat merasakan langsung proses penyusunan kebijakan, perdebatan, negosiasi, dan pengambilan keputusan sebagaimana berlangsung di lembaga legislatif.

JMC bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai demokrasi, tata kelola pemerintahan, kepemimpinan, serta partisipasi politik. Dalam JMC, pelajar akan memenuhi peran sebagai anggota Dewan dan mendiskusikan isu-isu nasional, serta menjadi agenda kegiatan yang berlangsung setiap tahun.

Anggota sidang menyampaikan pendapat dalam rangkaian kegiatan Jakarta Model Congress (JMC) 2026.

KOMPAS/RIZA FATHONI

Anggota sidang menyampaikan interupsi dalam rangkaian kegiatan Jakarta Model Congress (JMC) 2026.

KOMPAS/RIZA FATHONI

Dewan Presidium memimpin sidang dan bertindak sebagai juri dalam rangkaian kegiatan Jakarta Model Congress (JMC) 2026.

KOMPAS/RIZA FATHONI

“Melalui kegiatan ini, para delegasi didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan serta kesadaran sebagai warga negara yang aktif dalam RDPU, rapat kerja dan sidang paripurna,” tutur Manggala Alif Prasetia yang menjabat sebagai Presiden JMC.

Suasana sidang berlangsung layaknya seperti sidang parlemen dengan agenda pembahasan rancangan undang-undang yang terkadang diwarnai hujan interupsi. Tidak seperti di meja DPR Senayan yang memencet tombol mik dan mengajukan tangan, anggota sidang JMC mengangkat plakat identitas di meja masing-masing saat hendak menginterupsi.

Konferensi simulasi parlemen tahunan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA ini diikuti oleh 104 peserta luring maupun daring dari 60 sekolah. Mereka berasal dari beberapa kota di antaranya Jabodetabek, Anyer, Bandung, Kuningan, Karawang, Semarang, Surabaya, Palembang, Metro, on dan Paser.

JMC berlangsung selama dua hari pada Kamis (9/7/2026) dan Jumat (10/7/2026). JMC 2026 yang merupakan penyelenggaraan tahun kedua ini mengangkat tema “Suara Generasi Emas untuk Nusantara Bersatu.” Selain rangkaian simulasi sidang, acara ini juga menghadirkan sesi pembukaan, diskusi bersama tokoh nasional, serta berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan memperkuat literasi demokrasi di kalangan generasi muda.

Dalam JMC 2026, peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Komisi 1, Komisi 3. Komisi 10 dan Krisis. Komisi 1 mengkaji relevansi apakah keterlibatan pemerintah Indonesia dalam Board of Peace masih masuk akal dan relevan. Komisi 3 membahas tentang Revisi Rancangan Undang-undang Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) yang dianggap rawan kriminalisasi. Lalu komisi 10 membahas tentang undang-undang guru dan dosen yang belakangan juga diwarnai kasus-kasus di kampus.

Sidang setiap komisi terdiri dari sekitar 30 anggota dewan yang tergabung dalam beberapa fraksi. Setiap sidang komisi dipimpin oleh Dewan Presidium yang merupakan bagian dari pantia sekaligus bertindak sebagai juri. Mereka adalah siswa-siswa yang telah memiliki rekam jejak memenangkan lomba-lomba debat siswa. Salah satunya seperti Glen, selaku presidium pemimpin sidang dari Komisi 3 yang lulusan SMA Ipeka Puri yang telah mendaftar sebagai calon mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.

Satu kelompok lagi selain komisi disebut sebagai Krisis. Grup ini merupakan simulasi kabinet yang dipimpin saat periode krisis moneter 1998 yang dipimpin Presiden Habibie. Dalam grup ini para peserta memainkan peranan menteri dan pejabat pada saat itu pada saat Soeharto sudah lengser dan Habibie baru saja menjabat sebagai Presiden.

Para peserta dinilai bagaimana mereka bisa menggiring dan memperbaiki apa yang sudah Soeharto ciptakan dan mendorong untuk reformasi. Jadi mereka seakan-akan duduk menjadi menteri pada saat Habibie baru saja menjabat.

“Kami memilih topik ‘98 untuk krisis masa Soeharto itu karena ya pertama memang sampai sekarang bayang-bayang dari isu tersebut sendiri masih hadir. Dan enggak cuma di golongan tua, sampai golongan muda kita juga masih terafeksi. Seperti yang baru-baru kemarin, Soeharto dicatat sebagai pahlawan nasional. Jadi saya ingin juga memberikan mereka reminder bahwa sebenarnya walaupun rezim itu sudah katanya selesai, sebenarnya masih berdampak ke kita sampai sekarang,” ujar Danendra.

Mekanisme pengaturan peserta masuk ke dalam kelompok-kelompok tersebut diatur oleh panitia. Awalnya peserta memilih kira-kira preferensinya ingin dimasukkan kemana. Ketika semua sudah terkumpul, panitia menyortir mereka masuk ke salah satu kelompok dengan sistem siapa cepat dia dapat. “Hal ini dikarenakan ada beberapa kelompok yang peminatnya agak jomplang, jadi memang harus kita setarakan gitu,” tutur Danendra.

JMC adalah format kompetisi yang nantinya akan menghasilkan tiga predikat juara yang setara, yaitu anggota dewan terhormat, kemudian anggota dewan terdiplomatis dan terakhir ada fraksi terbaik. Mereka dinilai oleh presidium yang merupakan bagian dari panitia.

Melalui JMC 2026, generasi muda melalui pendidikan politik, berdemokrasi sejak dini, mengidentifikasi masalah, berdebat untuk perbedaan pendapat di parlemen. Dengan pelatihan dalam forum-forum komisi ini nantinya mereka akan belajar melahirkan keputusan politik yang berdampak bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik.


Baca JugaDonald Trump Ada di Bandara dan Jembatan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rerie Dorong Strategi Komprehensif Percepatan Peningkatan Kompetensi Guru
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PM Pakistan desak AS dan Iran patuhi kesepakatan damai
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Produk UMKM Binaan Dekranasda Makassar Laris di HUT Dekranas ke-46, Kain Lagosi hingga Baju Bodo Diburu Pengunjung
• 10 jam laluterkini.id
thumb
Video: Jampidsus Bantah Barang Bukti di Cipete dan Rumah Sentul
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Perluas Akses Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7,00 Persen
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.