REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Iwan Koswara menilai Program Magang Nasional dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat. Program nasional tersebut dinilai mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan pengalaman.
Menurut Iwan, tingginya angka pengangguran tidak semata dipengaruhi terbatasnya lapangan kerja. Masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, sementara banyak perusahaan mensyaratkan pengalaman kerja bagi calon pekerja.
"Program magang nasional menjadi jembatan yang mempertemukan lulusan dengan dunia kerja. Peserta memperoleh pengalaman, meningkatkan keterampilan, sekaligus mendapatkan uang saku selama mengikuti program," ujar Iwan, Sabtu (11/7/2026).
Ia mengatakan, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan para peserta magang. Dunia usaha juga memperoleh ruang untuk mengenali, membina, dan mengembangkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan perusahaan sebelum merekrut mereka sebagai tenaga kerja tetap.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi solusi yang saling menguntungkan. Lulusan memperoleh pengalaman kerja yang dibutuhkan, sedangkan perusahaan dapat menyiapkan calon tenaga kerja yang lebih siap tanpa harus langsung menanggung biaya perekrutan secara penuh.
Iwan berharap Program Magang Nasional terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak perusahaan, perguruan tinggi, sekolah vokasi, serta pemerintah daerah. Kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai penting agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas dan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja di Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Barat masih mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka tertinggi secara nasional, yakni 6,74 persen pada Februari 2026. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya berbagai terobosan yang mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja, terutama bagi lulusan baru.
Karena itu, Iwan optimistis Program Magang Nasional dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses menuju dunia kerja. Ia berharap program tersebut mampu berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran secara bertahap dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Jawa Barat.