Pantau - PT PLN (Persero) mendukung transformasi nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai upaya menghadirkan solusi berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
PLN Pastikan Listrik dari PSEL Terserap ke Sistem NasionalDirektur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pengolahan sampah menjadi energi merupakan langkah penting untuk menciptakan pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, "PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah."
Darmawan menegaskan PLN siap memastikan energi listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan nasional.
Ia mengungkapkan, "Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas."
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsor Agreement dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dalam peresmian pembangunan PSEL Bali di Denpasar Selatan pada 8 Juli 2026.
Fasilitas PSEL Bali dirancang mampu mengolah 1.200 hingga 1.650 ton sampah per hari dengan potensi pembangkitan listrik mencapai 30 megawatt (MW).
Pemerintah Percepat Pengembangan PSEL di Berbagai DaerahPSEL Bali menjadi bagian dari pengembangan proyek di 11 lokasi yang ditargetkan mampu mengolah hingga 14.928 ton sampah per hari dengan kapasitas pembangkitan listrik mencapai 310,3 MW.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan PSEL merupakan langkah penting dalam memperkuat pengelolaan sampah nasional yang kini didukung Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Ia mengungkapkan, "Saya menyampaikan terima kasih kepada Danantara Indonesia, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pihak yang bekerja bersama mewujudkan dimulainya pembangunan PSEL Bali."
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menilai pembangunan PSEL akan memperkuat kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan citra pariwisata Pulau Dewata.
Ia mengungkapkan, "Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat."



