Kaspersky: Ancaman Siber di Asia Tenggara Makin Kompleks, Indonesia Catat Jutaan Serangan

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ancaman siber di Asia Tenggara terus meningkat, baik dari sisi jumlah maupun jenis serangannya. Laporan terbaru Kaspersky menunjukkan bahwa pelaku siber kini semakin aktif menargetkan organisasi, perangkat seluler, hingga identitas digital pengguna, termasuk di Indonesia.

Secara global, Kaspersky mencatat kemunculan 306 ribu sampel malware Android baru pada kuartal I 2026. Di saat yang sama, serangan terhadap pengguna Android pada semester I 2025 meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan bahwa perangkat seluler semakin menjadi target utama pelaku siber. Selain itu, Kaspersky berhasil memblokir 893 juta upaya phishing sepanjang 2024.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman siber berkembang semakin cepat dan kompleks sehingga perusahaan maupun pengguna perlu memperkuat ketahanan digital.

Di kawasan Asia Tenggara sendiri, Kaspersky mendeteksi lebih dari 18 juta serangan web berbahaya sepanjang 2025. Vietnam menjadi negara dengan jumlah deteksi tertinggi, sementara Indonesia berada di posisi ketiga dengan sekitar 3 juta serangan.

Serangan berbasis web masih menjadi metode utama penyebaran malware karena memanfaatkan aktivitas pengguna saat mengakses internet melalui browser.

Sepanjang Januari–Maret 2026, Kaspersky mendeteksi 2.545.470 ancaman siber berbasis internet pada komputer di Indonesia. Sebanyak 11,5% pengguna terdampak serangan melalui browser.

Selain serangan web, organisasi di kawasan ini juga menghadapi ancaman yang semakin serius dari malware jenis backdoor, spyware, hingga eksploitasi terhadap sistem perusahaan.

Pada periode yang sama, Kaspersky mencatat 9.454.725 insiden ancaman lokal, seperti malware yang menyebar melalui USB, CD/DVD, dan media offline lainnya. Sebanyak 18,3% pengguna di Indonesia menjadi sasaran.

Baca Juga: Kemenpar Gandeng Kemenkum Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual Produk Wisata

Sepanjang 2025, Kaspersky memblokir lebih dari 3 juta serangan backdoor di Asia Tenggara, dengan Indonesia yang mendominasi jumlah deteksi, yakni 1,583,035 juta serangan. Backdoor memungkinkan pelaku memperoleh akses ilegal ke sistem korban secara tersembunyi sehingga dapat digunakan untuk mencuri data maupun memasang malware tambahan.

Di sisi lain, lebih dari 2 juta serangan eksploitasi juga tercatat menargetkan dunia usaha di Asia Tenggara. Ancaman terhadap identitas digital pun meningkat, tercermin dari lebih dari 818 ribu serangan spyware yang berhasil diblokir sepanjang tahun.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak. Sepanjang 2025, Kaspersky mencatat lebih dari 234 ribu kasus pencurian kata sandi di Indonesia, mempertegas pentingnya penguatan perlindungan kredensial dan keamanan akses digital.

Melihat tren tersebut, Kaspersky menilai keamanan perangkat seluler tidak lagi cukup dipandang sebagai perlindungan bagi individu, melainkan harus menjadi bagian dari strategi keamanan perusahaan.

Oleh karena itu, Mobile Security harus menjadi strategi perusahaan sebagai pertahanan ancaman seluler, MFA, anti-phishing, zero trust, pelatihan kesadaran, pemantauan & respons insiden.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terjebak dan Alami Kram, Pria Seberat 200 Kg di Banyuwangi Dievakuasi Damkar
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Kerajaan Gowa minta polemik Bupati-DPRD diselesaikan lewat hukum
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Tak Muncul di LHKPN, KPK Menduga Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Pakai Nama Orang Lain
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Ramai 3 Kasus Korupsi Besar, Prabowo Ingatkan Pejabat Militer hingga Kejaksaan Intropeksi Diri
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Cerita 6 Jam Menunggu Konferensi Pers 3 Kasus Besar
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.