Lewat Inovasi Pakan Lokal, Tim PKM Unhas Perkuat Budidaya Lobster Air Tawar BUMDes Pacellekang

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan Pendampingan dan Penguatan Unit Usaha Penangkaran Lobster Air Tawar BUMDes Bumi Pacellekang Sejahtera Berbasis Pakan Buatan Berbahan Lokal.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula BUMDes Bumi Pacellekang Sejahtera, Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sabtu (11/7/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026, melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.

Kegiatan ini bermitra dengan BUMDes Bumi Pacellekang Sejahtera dan melibatkan tim pelaksana yang terdiri atas Ketua Tim Prof Dr Ir Siti Aslamyah MP, Prof Dr Muh. Yusri Karim, serta Dr Alpiani SPi MPi. Turut mendukung pelaksanaan program dua mahasiswa FIKP Unhas, Nurasmi Nassat dan Indah R.

Ketua Tim Pengabdian yang akrab disapa Prof Aslam, menjelaskan program tersebut lahir dari hasil pendampingan yang telah berlangsung sebelumnya. Dari proses tersebut, tim menemukan sejumlah persoalan mendasar yang menghambat pengembangan usaha penangkaran lobster air tawar.

“Kami melihat salah satu kelemahan unit usaha ini adalah belum memiliki mesin pembuatan pakan dan sistem manajemen usaha yang belum tertata dengan baik. Dari situ kami berinisiatif mengajukan program pengabdian berbasis masyarakat agar persoalan tersebut dapat diatasi melalui dukungan pendanaan dari Kemdiktisaintek,” ujarnya.

Ia menjelaskan, inisiasi program dimulai sejak Desember 2025 melalui diskusi bersama pembina BUMDes. Setelah melalui proses seleksi selama beberapa bulan, program tersebut dinyatakan lolos pendanaan dan mulai dilaksanakan pada 2026.

Menurut Prof Aslam, kegiatan pendampingan tidak berhenti pada pelatihan semata. Tim akan terus melakukan monitoring terhadap efektivitas penggunaan pakan buatan berbahan lokal, mulai dari respons lobster terhadap pakan, tingkat pertumbuhan, hingga evaluasi biologis lainnya yang dijadwalkan berlangsung sampai Oktober 2026.

Selain aspek teknis budidaya, pendampingan juga mencakup penguatan tata kelola usaha, digitalisasi pemasaran, serta pengembangan media promosi agar unit usaha BUMDes mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Harapan kami, biaya pakan bisa menurun, tingkat kelangsungan hidup benih meningkat, produksi bertambah, margin usaha meningkat, dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim PKM FIKP Unhas juga memberikan beberapa materi yang dinilai penting kepada pengurus BUMDes, masyarakat, dan mahasiswa. Prof Yusri yang merupakan Guru Besar bidang Fisiologi Hewan Air Unhas, membawakan materi mengenai potensi lobster air tawar sebagai komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.

Ia menjelaskan, budidaya lobster air tawar sangat prospektif karena tidak membutuhkan lahan yang luas, teknologinya telah tersedia, dapat dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat, serta memiliki peluang keuntungan yang besar.

“Indonesia memiliki sejumlah spesies lobster air tawar dari genus Cherax, sementara jenis Cherax quadricarinatus menjadi spesies yang dibudidayakan di Desa Pacellekang karena teknik budidayanya telah dikuasai masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Alpiani memberikan materi mengenai pengelolaan arus kas usaha dan strategi pemasaran. Ia menekankan, pencatatan keuangan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.

“Berbagai kebiasaan seperti mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha, tidak mencatat transaksi, melakukan pembelian tanpa perencanaan, hingga mengabaikan pengeluaran kecil menjadi penyebab utama kebocoran keuangan usaha,” ujar Dosen FIKP Unhas tersebut.

Selain penguatan manajemen keuangan, peserta juga dibekali strategi pemasaran melalui pemanfaatan pemasaran digital, peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, serta pengembangan kemitraan, baik itu dengan restoran, hotel, maupun katering.

“Keberhasilan strategi pemasaran dapat diukur melalui meningkatnya pengenalan produk, jumlah pelanggan, penjualan, pembelian ulang, hingga peningkatan keuntungan usaha,” tuturnya.

Mewakili Pemerintah Desa Pacellekang, Kepala Seksi Perencanaan Pembangunan Desa, Arifin Nukman, mengapresiasi komitmen Unhas dalam mendampingi masyarakat mengembangkan usaha lobster air tawar.

Menurutnya, budidaya lobster telah menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Desa Pacellekang. Namun tingginya biaya pakan masih menjadi tantangan utama yang memerlukan solusi berbasis inovasi.

“Kehadiran Unhas tidak hanya memberikan pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kami berharap inovasi pakan berbahan lokal ini mampu membantu pembudidaya menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Arifin juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Desa Pacellekang, BUMDes, dan Unhas dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan, Barang Bukti Kasus Korupsi Dipindahkan di Bawah Kawalan Ketat
• 23 jam laludetik.com
thumb
Akademi Persib Cimahi dan Tangsel City Wakili Indonesia di Gothia Cup 2026
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Asosiasi JARTATEL Resmi Dibentuk, Siap Kawal Regulasi dan Percepat Infrastruktur Digital
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Kembali Tahan Gus Yaqut di Rutan Setelah Dinyatakan Sehat
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kuasa Hukum: Bukan Roy Suryo, Dian Sandi yang Harus Dicari
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.