JAKARTA, KOMPAS.TV - Fenomena pusaran angin yang muncul di kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo baru-baru ini menjadi sorotan publik. Video yang memperlihatkan pusaran debu raksasa tersebut ramai beredar di media sosial.
Dalam rekaman yang viral, pusaran angin tampak mengangkat debu, pasir, hingga beberapa benda ringan di sekitarnya. Alih-alih panik, sejumlah wisatawan dan pedagang justru terlihat santai menyaksikan fenomena alam tersebut dari kejauhan.
Video tersebut kemudian dibagikan kembali oleh akun resmi BMKG Juanda, @infobmkgjuanda. Lantas, apa sebenarnya fenomena yang kerap disebut sebagai "setan debu" atau dust devil itu?
Baca Juga: Jawa Timur Dilanda Bediding, BMKG: Suhu di Bromo Tembus 10,4 Derajat Celsius
Apa Itu Setan Debu atau Dust Devil?
Dust devil atau yang dikenal masyarakat sebagai setan debu adalah pusaran udara kecil yang terbentuk akibat pemanasan permukaan tanah oleh sinar matahari. Menurut penjelasan BMKG, dust devil merupakan pusaran udara berukuran relatif kecil tetapi cukup kuat.
Fenomena ini terjadi ketika udara panas dan kering di permukaan tanah naik dengan cepat, kemudian bertemu dengan lapisan udara yang lebih dingin di atasnya. Perbedaan suhu tersebut memicu terbentuknya pusaran udara yang berputar dan mampu mengangkat debu, pasir, daun kering, hingga serpihan benda ringan ke udara.
Meski tampak menyerupai tornado dalam bentuknya, dust devil memiliki karakteristik yang berbeda dan umumnya tidak berbahaya apabila diamati dari jarak aman.
Mengapa Dust Devil Sering Terjadi di Bromo?
Kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo memiliki kondisi yang sangat mendukung terbentuknya dust devil. Fenomena ini biasanya muncul ketika cuaca cerah dengan penyinaran matahari yang sangat terik.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- Bromo
- Setan debu
- Gunung bromo
- Setan debu bromo




