Ketahanan Pangan di Permukiman Warga Jakbar, Begini Cara Kasmin Rawat Kebun

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkebun sudah menjadi rutinitas Kasmin, Ketua Kelompok Tani (Poktan) GSG 07 di Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Setiap hari, ia harus memperhatikan kebun seluas sekitar 3.500 meter persegi yang berada di permukiman warga.

Kepada Kompas.com, Kasmin menceritakan bagaimana dirinya merawat kebun yang menjadi ketahanan pangan warga sekitar itu.

Baca juga: Dari Kebun di Tengah Permukiman Kembangan Jakbar, Sayur dan Ikan Murah Menghidupi Warga

Menurutnya, kebun harus selalu diawasi setiap harinya. Tanaman yang ada harus disiram setiap hari agar bertumbuh dengan baik.

"Yang penting konsisten aja, jadi setiap pagi sama sore itu disiram," kata Kasmin sedang bercocok tanam di Kebun GSG 07 Kembangan, Sabtu (11/7/2026).

Kasmin berujar, jika ditinggal sehari saja, tanaman yang tumbuh mungkin masih aman. Namun, jika sudah lebih dari dua hari, maka tanaman dipastikan akan layu bahkan bisa mati.

"Kalau dampaknya kalau minimal kalau tiga hari lah ya, itu ya namanya tanaman di sini kan lahan kering ya, minimal tanaman bisa layu," ucap dia.

Karena masih bercocok tanam dengan sistem organik, Kasmin menyebut peratawan dalam hal ini penyiraman tanaman mesti diperhatikan betul. Hal ini mempengaruhi kualitas si tanaman.

"Selain hidroponik, di sini juga masih organik, jadi perawatannya harus diperhatikan," kata Kasmin.

Kemarin, Poktan GSG 07 baru saja panen puluhan kilogram terong dan kacang panjang. Hasil panen dijual murah ke warga sekitar.

Baca juga: Pohon Tumbang Usai Tertabrak Truk di Jalan Tubagus Angke Jakbar, Lalin Tersendat

Kasmin mengatakan, sedikitnya 20 kilogram terong dan 20 kilogram kacang panjang, panen pada Jumat (10/7/2026).

"Hasil panennya kemarin dijual ke warga, ya kadang-kadang buat Jumat berkah," tuturnya.

KOMPAS.COM/Pandi Ramedhan Foto: Kasmin, ketua Poktan GSG 07 Kembangan, Jakarta Barat, sedang bercocok tanam di lahan seluas kurang lebih sekitar 3.500 meter persegi, Sabtu (11/7/2026).

Setidaknya empat hari sekali terong dan kacang panjang selalu panen dari kebon seluas sekitar 3.500 meter persegi itu.

Kasmin menyampaikan, hasil panen dijual ke warga jauh lebih murah jika dibandingkan membeli di pasar tradisional ataupun modern.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Misalkan bayam, ya misalkan di luar Rp 10.000, di sini ya Rp 7.000," jelas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BCA Latih Pengelola Desa Wisata Kembangkan Kuliner Lokal
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Kata Polisi soal Peluang Periksa Jampidsus Kejagung Terkait 3 Kasus Korupsi
• 20 jam laludetik.com
thumb
Ternyata Nabi Muhammad sudah Ajarkan Cara Mengusahakan Jenis Kelamin Anak sesuai Keinginan
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Selain Febrie Adriansyah, Kortas Tipikor Polri Tetapkan Don Ritto Tersangka Kasus Korupsi
• 25 menit laluokezone.com
thumb
12 Pemerkosa Gadis Sampang Ditangkap, 1 Diciduk Saat Hendak Kabur ke Surabaya
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.