Bisnis.com, DENPASAR — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai sekitar 40% secara nasional. Proses pendataan akan terus berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan capaian sensus di setiap daerah saat ini berkisar antara 30% hingga di atas 50%. Di Bali, realisasi pendataan telah mencapai 43%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Sementara itu, capaian terendah masih berada di sejumlah wilayah Papua, terutama Papua Pegunungan, akibat kondisi geografis yang menyulitkan proses pendataan.
"Tantangan di Papua, terutama di Papua Pegunungan. Bali di posisi 17," kata Amalia kepada wartawan seusai penandatanganan Komitmen Bersama Menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (12/7/2026).
Meski demikian, BPS optimistis target sensus dapat tercapai hingga akhir Agustus. Menurut Amalia, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pendataan.
Dia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali yang telah menerbitkan surat edaran serta menginstruksikan bupati dan wali kota untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Baca Juga
- BPS: Capaian Sensus Ekonomi di Bali 43%
- Sensus Ekonomi 2026: Membangun Indonesia dengan Informasi Terpercaya
"Saya mengapresiasi Pak Gubernur dan seluruh jajaran yang menerbitkan surat edaran untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026," ujarnya.
Untuk memantau pelaksanaan sensus, BPS telah mengembangkan sistem pemantauan berbasis digital yang memungkinkan pengawasan petugas lapangan secara real time. Sistem tersebut dapat mendeteksi apakah petugas melakukan pendataan sesuai wilayah penugasannya.
Selain BPS, kepala daerah juga diberikan akses untuk memantau perkembangan pendataan di wilayah masing-masing secara real time. Menurut Amalia, mekanisme ini bertujuan meningkatkan pengawasan sekaligus menjaga kualitas data yang dikumpulkan.
"Karena sensus ekonomi dilakukan 10 tahun sekali dan membutuhkan anggaran yang besar, maka data yang dihasilkan harus benar-benar akurat," katanya.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan akan memanfaatkan akses tersebut untuk memantau langsung perkembangan pendataan di Bali. Dia menargetkan capaian sensus di Bali dapat mencapai 60% pada akhir Juli.
"Saya akan memantau langsung, nanti aksesnya diberikan BPS. Saya minta akhir Juli Bali sudah 60%," kata Koster.
Pada kesempatan yang sama, BPS dan Pemerintah Provinsi Bali menandatangani komitmen bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Koster juga meminta seluruh bupati dan wali kota di Bali memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus.
Menurutnya, hasil sensus akan menjadi basis data penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, terutama karena masih banyak pemerintah daerah yang menghadapi keterbatasan data ekonomi yang akurat.





