Komisi III DPR ke Kejagung, Sebut Kasus Terkait Oknum Bukan Institusi

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Komisi III DPR memastikan memberikan atensi terhadap proses hukum terkait kasus korupsi batu bara, ASABRI dan Krakatau Steel. Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menegaskan kasus yang santer menyeret aparat penegak hukum (APH) itu berkaitan dengan oknum alih-alih institusi.

Konferensi pers digelar di kompleks Kejagung RI, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026). Dalam konferensi pers, hadir Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath, Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dan Plt Jampidsus Kejagung Rudi Margono.

"Ada beberapa hal yang diumumkan. Pertama, Komisi III mengambil inisiatif, memastikan kasus yang kemarin-kemarin banyak diberitakan bisa berjalan dengan koridor hukum dan diusut tuntas secara hukum," kata Habiburokhman.

Baca juga: Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus

Habiburokhman menegaskan pihaknya akan mengawal agar tidak terjadi tindakan yang melampaui kewenangan hukum di antarinstitusi hukum selama pengusutan kasus ini berjalan.

"Kedua, kami juga ingin memastikan tidak adanya excess, gesekan, friksi antarinstitusi terkait penanganan kasus ini. Karena bagaimanapun ini adalah kasus terkait oknum, dengan orang, dengan individu, bukan dengan institusi," ujarnya.

Atensi Presiden

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto sebelumnya menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Baca juga: Runutan Penyitaan Uang Miliaran-74 Kg Emas hingga Jampidsus Mundur

Budi mengatakan penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Koin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.




(fca/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Finansial Zodiak 11 Juli 2026: Gemini Ada Pengeluaran Tak Terduga, Aries Ada Pemasukan Tambahan
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Pastikan Tersangka 3 Kasus Korupsi Segera Diumumkan dalam Waktu Dekat
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Melihat Wajah Baru Ibu Kota Nusantara dari Perspektif Mahasiswa Arsitektur
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Dilema Produk Impor VS Lokal di Tanah Air, Rachmat Gobel: Indonesia Terlalu Banyak Bebasnya
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Purbaya Terbitkan Aturan Bebas Bea Masuk untuk Impor Senjata dan Perlengkapan Militer
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.