Nahdlatul Ulama Dinilai Butuh Sosok yang Jadi Ikon Perubahan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, akhirnya buka suara terkait namanya yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar Ke-35.

"Kalau itu permintaan dari pengurus cabang dan wilayah, saya tidak bisa menolak," ujar KH Zulfa dalam konferensi pers usai peluncuran dan bedah kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026.

Ia menekankan proses pemilihan ketua umum harus dimaknai sebagai upaya menjaga marwah, persatuan, dan masa depan jam'iyah. Kepemimpinan NU, kata dia, bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanat besar untuk menjaga tradisi keilmuan, merawat umat, dan menjadi kompas moral bangsa.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Kyai Abdullah Syamsul Arifin, menegaskan bahwa dukungan terhadap KH Zulfa terus mengalir dari berbagai pengurus wilayah dan cabang NU.

"Beliau jadi ikon perubahan dalam NU," kata Kyai Abdullah.

 

Baca Juga :

Ulama NU Diajak Hidupkan Kembali Tradisi Menulis Kitab



Pernyataan ini muncul bersamaan dengan peluncuran kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa, karya KH Zulfa yang menghimpun empat kitab berbahasa Arab tentang metodologi bahtsul masail, ushul fikih, fatwa kontemporer, dan biografi Syekh Nawawi al-Bantani.

KH Zulfa berharap peluncuran kitab ini menggugah kembali semangat menulis di kalangan ulama dan santri. Tradisi keilmuan NU, menurutnya, tak boleh berhenti pada ceramah dan pengajian lisan, tetapi harus diwariskan lewat karya tulis.

"Alhamdulillah, saya dapat menyelesaikan sebuah karya yang saya beri nama Ithafu Ummati Al Muqtafa. Jika diterjemahkan secara bebas, ini adalah hadiah bagi umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Isinya empat kitab; tiga di bidang fikih dan ushul fikih, serta satu kitab mengenai biografi dan sejarah Syekh Nawawi al-Bantani," ujar KH Zulfa.


KH Zulfa Mustofa. Dokumentasi NU Online


Empat Kitab dalam Satu Karya

Kitab pertama, Dawabit Bahts al-Masail wa al-Ifta inda Nahdat al-Ulama, mengupas metodologi Bahtsul Masail dan fatwa di lingkungan NU. KH Zulfa menekankan bahwa keputusan hukum tak cukup sekadar mengutip teks, tetapi harus mempertimbangkan maqashid syariah, realitas sosial, adat, dan dampak fatwa.

Kitab kedua, Diqqat al-Qannas fi Ushul al-Fiqh, menyajikan kaidah ushul fikih secara sistematis dan aplikatif, mulai dari petunjuk lafaz, perintah dan larangan, hingga metode ilhaq dan takhrij.

Kitab ketiga, Al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi li al-Mutafaqqih Jahluhu, menyoroti fenomena fatwa instan di media sosial. KH Zulfa mengingatkan bahwa fatwa harus mempertimbangkan konteks sosial, politik, dan ekonomi, serta disampaikan oleh pihak yang kompeten.

"Bagi orang yang literasinya banyak dan bacaannya luas, dia akan menjadi orang yang moderat. Dia mampu menghargai perbedaan pendapat, berlaku toleran, dan berlaku adil," kata KH Zulfa.

Kitab keempat, Tuhfat al-Qasi wa al-Dani fi Tarjamah al-Imam al-Nawawi al-Bantani, mengangkat biografi Syekh Nawawi al-Bantani sebagai ulama Nusantara yang berpengaruh luas, baik di Timur Tengah maupun Asia Tenggara.

KH Zulfa berharap keempat kitab ini menjadi rujukan bagi santri, akademisi, dan pengkaji hukum Islam. Sebelum diluncurkan di Jakarta, kitab ini telah dibedah di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang, pada 19 Juni 2026.

"Ini merupakan ikhtiar saya bersama generasi muda NU agar Nahdlatul Ulama tidak pernah terlepas dari tradisi keilmuan. Semoga NU tidak pernah kehabisan kader yang terus belajar, membaca, dan menulis," ujar KH Zulfa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Emas 74 Kg dan Valas Dipamerkan Polisi, Tersangka Kasus Korupsi Masih Didalami
• 13 jam laludetik.com
thumb
Alice Halsey perankan Laura Ingalls dalam Little House on the Prairie
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Profil Rudi Margono, Plt Jampidsus yang Pernah Jerat Besan SBY dan Usut Kasus BLBI
• 5 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran Siap Bertahan Total, Jika AS Kembali Mengingkari Kesepahaman
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Piala Dunia 2026: Tangis Courtois dan Blunder Kiper MU Warnai Kekalahan Belgia
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.