BEI: Reformasi Transparansi dan Fundamental Ekonomi Perkuat Daya Tarik Investasi RI

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. BEI menilai reformasi transparansi yang dijalankan regulator, didukung fundamental ekonomi dan kinerja emiten, akan memperkuat daya tarik investasi di pasar domestik.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kondisi pasar saat ini perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi nasional, kinerja perusahaan tercatat, serta berbagai reformasi yang telah dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self-regulatory organization (SRO).

Menurutnya, berbagai kebijakan yang diterapkan merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan membangun pasar modal yang lebih kredibel.

“Dengan fundamental ekonomi dan korporasi yang tetap kuat, kami optimistis pasar modal Indonesia akan terus menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun global dalam jangka panjang,” ujar Jeffrey melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jeffrey menilai valuasi pasar saham Indonesia justru menjadi lebih menarik. Per 8 Juli 2026, price to earnings ratio (PER) IHSG tercatat sebesar 12,85 kali, sementara sebanyak 434 saham diperdagangkan dengan price to book value (PBV) di bawah satu kali.

Selain valuasi, kinerja emiten juga dinilai masih solid. Dari 810 perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan per 31 Maret 2026, sebanyak 595 emiten atau 73,46% membukukan laba bersih.

Baca Juga

  • 4 Calon Emiten Antre IPO, BEI: Sektor Healthcare Paling Banyak
  • LUCY Keluar dari Daftar HSC, BEI: Masih Ada Sisa 14 Emiten
  • Gelombang IPO Bangkitkan Gairah Saham Healthcare

Menurut Jeffrey, kondisi tersebut membuka peluang bagi investor yang mengedepankan investasi jangka panjang berbasis fundamental.

Dia juga menyoroti pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang telah mencapai 28,9 juta single investor identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor saham dan surat berharga lainnya mencapai 9,9 juta SID atau meningkat 15,1% dibandingkan akhir tahun lalu.

Investor domestik kini menguasai sekitar 61% kepemilikan saham di pasar modal Indonesia, sedangkan investor asing memiliki porsi 39,1%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, investor domestik menyumbang 65,5% dari total nilai transaksi di BEI, terdiri atas investor ritel sebesar 52,5% dan investor institusi domestik sebesar 13%.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia makin ditopang oleh basis investor domestik yang kuat, sehingga turut menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global,” tambahnya.

Ke depan, BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan melanjutkan reformasi pasar modal yang berfokus pada peningkatan transparansi dan kualitas informasi bagi investor.

Sepanjang 2026, sejumlah kebijakan telah diterapkan, antara lain publikasi data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan batas minimum free float menjadi 15%, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, serta implementasi mekanisme High Shareholding Concentration (HSC).

“Kombinasi antara fundamental ekonomi yang tetap kuat, kinerja Perusahaan Tercatat yang tetap resilien, pertumbuhan investor domestik, serta reformasi transparansi yang terus berjalan secara konsisten, menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang makin kokoh,” katanya.

Jeffrey menilai fondasi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menarik investasi jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing pasar modal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah tetapkan kelompok prioritas penerima program bedah rumah
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Menkes Ingatkan Masyarakat Lebih Bijak Konsumsi Saos Saset
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemprov DKI Sebut Penguatan UMKM Jadi Kunci Jakarta Masuk 50 Kota Global pada 2030
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Melinda Aksa Dampingi Selvi Gibran, UMKM Perempuan Pesisir Paotere Tuai Apresiasi
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Total Kekayaan Febrie Adriansyah yang Mundur dari Jampidsus di LHKPN: Rp 18,2 M
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.