Mengenal Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Begini Cara Berkunjungnya

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perpustakaan Nyi Ageng Serang kini kembali melayani masyarakat setelah sempat berhenti beroperasi sejak 2020. Perpustakaan umum milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini hadir dengan wajah baru serta jam operasional hingga malam hari.

Dengan wajah baru dan fasilitas yang lebih lengkap, Perpustakaan Nyi Ageng Serang di Jakarta Selatan itu kini menjadi salah satu ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga untuk membaca, belajar, bekerja, hingga mengikuti berbagai kegiatan literasi.

Lantas, bagaimana cara berkunjung, fasilitas yang tersedia, hingga sejarah perpustakaan ini?

Baca juga: Pramono Resmikan Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Bakal Buka Sampai Jam 10 Malam
Perpustakaan Nyi Ageng Serang Kembali Dibuka

Merujuk informasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Perpustakaan Nyi Ageng Serang kembali beroperasi mulai 8 Juli 2026 setelah menjalani revitalisasi. Perpustakaan ini berlokasi di Kompleks Taman Rasuna, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Perpustakaan buka setiap hari, Senin hingga Minggu, pukul 09.00-22.00 WIB. Jam operasional yang lebih panjang diharapkan memberi keleluasaan bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan perpustakaan, termasuk setelah jam kerja maupun sekolah.

Sebelum berkunjung, pengunjung diwajibkan melakukan registrasi sebagai anggota melalui laman resmi Perpustakaan Jakarta. Pengunjung juga diminta menjaga ketertiban, kebersihan, serta mematuhi aturan penggunaan setiap ruang dan fasilitas.

Fasilitas yang Tersedia

Bangunan yang telah direvitalisasi ini menyediakan berbagai ruang yang dirancang untuk mendukung aktivitas literasi dan kolaborasi masyarakat.

Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain ruang baca koleksi umum, ruang anak, ruang multimedia, ruang diskusi, ruang komputer, area kerja bersama (co-working space), auditorium, musala, hingga area terbuka yang nyaman untuk membaca maupun berdiskusi. Pengunjung juga dapat mengakses koleksi buku cetak dan layanan perpustakaan digital.

Selain sebagai tempat membaca, dilansir laman resmi Perpustakaan Jakarta, perpustakaan ini juga menjadi ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan seperti bedah buku, lokakarya, kelas kreatif, pemutaran film, hingga diskusi komunitas.

Pengunjung di Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Cara Berkunjung Naik Transportasi Umum

Perpustakaan Nyi Ageng Serang berada di lantai 7 dan 8 Gedung Nyi Ageng Serang, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C22, Kuningan, Jakarta Selatan. Lokasinya mudah dijangkau menggunakan transportasi umum.

Berikut beberapa pilihan transportasi menuju perpustakaan:

  • LRT Jabodebek: Turun di Stasiun LRT Rasuna Said, kemudian berjalan kaki menuju Gedung Nyi Ageng Serang.
  • TransJakarta: Turun di Halte Rasuna Said, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki beberapa menit menuju lokasi.
  • KRL Commuter Line: Turun di Stasiun Sudirman, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan LRT Jabodebek atau TransJakarta menuju kawasan Rasuna Said dengan berjalan kaki menuju Perpustakaan Nyi Ageng Serang.
  • MRT Jakarta: Turun di Stasiun Setiabudi, lalu lanjut menggunakan TransJakarta atau transportasi online menuju Gedung Nyi Ageng Serang.
Baca juga: Ketentuan Berkunjung ke Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Cek Jam Bukanya!

Siapa Nyi Ageng Serang?

Nama perpustakaan ini diambil dari sosok Nyi Ageng Serang, salah satu pahlawan nasional yang dikenal sebagai pejuang perempuan dalam Perang Jawa tahun 1825-1830. Tokoh bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi itu merupakan keturunan Sunan Kalijaga sekaligus nenek buyut Ki Hajar Dewantara. Dalam Perang Jawa, ia menjadi salah satu pemimpin sekaligus penasihat strategi Pangeran Diponegoro dalam melawan Belanda.

Merujuk buku Nyi Ageng Serang yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), meski usianya telah menginjak lebih dari 70 tahun, Nyi Ageng Serang tetap memimpin perjuangan di medan perang. Salah satu strategi yang paling dikenal adalah memanfaatkan daun lumbu atau daun talas sebagai kamuflase pasukan agar tidak mudah terlihat musuh.

Atas jasa dan perjuangannya, Nyi Ageng Serang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Namanya kemudian diabadikan menjadi berbagai fasilitas publik di Indonesia, termasuk Gedung dan Perpustakaan Nyi Ageng Serang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Nyi Ageng Serang (Foto: Dok. Dinas Kebudayaan Jogja)






(wia/zap)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analisis: Serangan Militer AS terhadap Jembatan Kereta Api Iran Bertujuan Memutus Jalur Logistik dan Memberikan Tekanan Strategis 
• 15 jam laluerabaru.net
thumb
Sulawesifood: Membawa Cita Rasa Autentik Makassar ke Pasar Global
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perkuat Kepemimpinan dan Keberlanjutan, Pertamina Raih Enam Penghargaan di Asian Excellence Award 2026
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Klarifikasi Celine Evangelista soal Isu Jadi Simpanan Pejabat hingga Rumah Mewah Rp200 Miliar
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kondisi Kesehatan Wali Kota Farhan Mulai Membaik
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.