Keuangan Syariah Inklusif jadi Solusi Nyata Mengentaskan Kemiskinan Global

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Keberhasilan ekosistem keuangan syariah inklusif Indonesia dalam ajang Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Jakarta menuai respons positif. Lewat forum Developing Eight (D-8) tersebut, dijelaskan pembiayaan ultra mikro dalam mengentaskan kemiskinan dan menggerakkan ekonomi akar rumput, khususnya bagi pemberdayaan perempuan.

"Enam belas juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan. Mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah," ujar Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Lalu Dodot Patria Ary, melalui sesi HEI Talk bertajuk "Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance", dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 11 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jadi Inspirasi Generasi Muda NU

Dodot menjelaskan melalui PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), program tersebut mengintegrasikan aspek finansial, intelektual, dan sosial tanpa agunan fisik. Komunitas perempuan prasejahtera saling menjamin satu sama lain menggunakan sistem tanggung renteng (social collateral) yang akuntabel dan selaras dengan prinsip syariah.

Dia menyampaikan dampak dari keuangan syariah yang diterapkan PNM di hadapan delegasi dari 9 negara anggota D-8  termasuk Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, dan Azerbaijan. Menurutnya keuangan syariah yang dirancang dengan tepat mampu menjadi instrumen nyata pengentasan kemiskinan, bukan sekadar produk di atas rak.

Hingga saat ini, PNM melayani 16,1 juta nasabah di 36 provinsi. Sebanyak 74 persen nasabah melaporkan kenaikan pendapatan dan 90 persen merasakan kemandirian finansial. 


Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, dan pemilik ultramikro di Halal Expo 2026. Foto: Dok. PNM.

Sejak 2017, program ini berkontribusi meningkatkan konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp55,81 triliun serta mendorong ekspor binaan hingga lebih dari USD3 miliar.

Melalui forum internasional ini, PNM mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa penguatan ekonomi halal global harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan nyata pengusaha ultra mikro di pelosok daerah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Febrie Ardiansyah dan DS Dilimpahkan ke Kejagung, Pastikan Penanganan Perkara Profesional
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Buron Asuransi RI Diburu Interpol, Ketahuan Hidup Mewah di Amerika
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Beijing terapkan status tanggap darurat banjir tertinggi di 9 distrik
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Bahlil Jagokan Wihaji Pimpin MKGR: Saya Kenal Sejak Sama-Sama Susah
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
BPS dan Pemprov Bali Perkuat Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.