JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) mulai memanaskan mesin politik Partai Golkar menjelang Pemilu 2029.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, waktu efektif untuk mempersiapkan kontestasi politik berikutnya tinggal sekitar satu tahun lagi.
"Bapak Ibu semua yang saya hormati dan seluruh kader yang saya muliakan. Sekarang tahun 2026. 2028 sudah kita masuk pada tahun politik. Artinya tinggal 1 tahun lagi efektif kita akan masuk pada proses dinamika percaturan politik dalam memasuki apa namanya pileg pemilu, pemilu legislatif," ujar Bahlil saat membuka Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) MKGR di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Mandatori B50 Resmi Diluncurkan, Bahlil: Perkuat Kedaulatan dan Ketahanan Energi Nasional
Bahlil mengatakan, Golkar menaruh harapan besar kepada MKGR untuk menyiapkan kader-kader partai.
Menurut dia, organisasi pendiri dan organisasi astakarya adalah tempat pembentukan karakter sekaligus kualitas kader Golkar.
"Golkar sangat menaruh harapan besar kepada MKGR. Karena sesungguhnya yang akan mencetak kualitas kader itu adalah organisasi-organisasi astakarya baik yang mendirikan dan didirikan. Di situlah dapur pembentukan karakter kualitas kader," kata Bahlil.
Baca juga: Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 GW dalam 2 Tahun, Jawaban Bahlil Jadi Sorotan
Dia menegaskan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar bukan lagi tempat kader belajar berpolitik.
Karena itu, pengurus DPP ke depan harus diisi kader yang telah melalui proses kaderisasi dan meritokrasi.
"Golkar itu DPP Golkar itu tempat bukan untuk belajar lagi. Makanya ke depan pengurus DPP Partai Golkar adalah betul-betul kader yang lewat proses meritokrasi," jelas Bahlil.
Baca juga: Prabowo Janjikan Bintang Kehormatan untuk Bahlil dkk, Berjasa atas Peluncuran B50
Menurut dia, tanggung jawab membina dan membentuk kader berada di tangan organisasi astakarya, termasuk MKGR sebagai salah satu organisasi pendiri Golkar.
"Siapa yang akan bertanggung jawab untuk membina membentuk kader-kader itu adalah organisasi-organisasi astakarya dan termasuk organisasi pendiri Partai Golkar lebih khusus kepada MKGR," tutur dia.
Bahlil menilai, kaderisasi menjadi syarat utama agar Partai Golkar memiliki sumber daya manusia yang mampu mengisi penugasan di lembaga legislatif maupun eksekutif.
"Nah Bapak Ibu semua kalau tanpa itu akan susah untuk kemudian kita melakukan distribusi penugasan-penugasan kepada parlemen maupun eksekutif dari Partai Golkar," ucap Bahlil.
Baca juga: Bahlil Sebut Harga CNG Lebih Murah 30-40 Persen Dibanding LPG 3 Kg
Dia menambahkan, ciri khas Partai Golkar selama ini adalah memiliki kader yang berkualitas. Namun, kualitas tersebut hanya dapat dicapai melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan.
"Ciri Partai Golkar itu adalah mempunyai kader yang berkualitas dan syarat untuk mencapai kader berkualitas harus proses. Jadi cara-cara ini yang menurut saya harus kita terus pelihara dan MKGR telah memainkan peran itu," tutur Bahlil.




